Tak Perlu Berjuang Sendiri, Yuk Kenalan dengan SITUBA Pendamping Pasien TBC

0 21

BSINews, Surakarta — Ngadepin TBC (Tuberculosis) itu bukan cuma soal minum obat tiap hari. Ada rasa capek, bosan, kadang juga bingung harus lapor ke siapa atau kontrol ke mana. Nggak sedikit pasien yang akhirnya merasa jalan sendiri, padahal proses pengobatan TBC butuh pendampingan yang konsisten dan terpantau.

Platform Digital untuk Memantau dan Mempercepat Pengobatan TBC

Dari kebutuhan itulah SITUBA Tuberculosis Assistant hadir sebagai pendamping digital bagi pasien TBC di Surakarta. Platform berbasis website ini dirancang untuk mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi laporan, sekaligus memantau perjalanan pengobatan pasien agar tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

SITUBA dikembangkan oleh tim dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo yang terdiri dari Candra Agustina, Sardiarinto, Supriyanta, Eka Rahmawati, dan Wawan Nugroho. Sistem ini dibuat untuk menyatukan alur pelaporan TBC, mulai dari kader di lapangan, kelurahan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dalam satu sistem real-time.

Baca juga:Β Menuju Ekosistem Akademik Cerdas, UBSI Kampus Solo Dorong Transformasi Digital

Satu Sistem Satukan Kader, Puskesmas, hingga Pemerintah Daerah

Wawan Nugroho mengungkapkan SITUBA hadir agar pasien TBC tidak merasa berjuang sendirian. Semua proses dari deteksi, pemantauan, sampai pendampingan pengobatan bisa terhubung dalam satu sistem.

“Lewat berbagai fitur unggulan, SITUBA memudahkan proses skrining lapangan, pendampingan minum obat, pengelolaan data pasien dan keluarga, hingga penyajian informasi dan edukasi seputar TBC. Sistem dashboard multi-role juga memungkinkan setiap pihak, dari kader hingga Pemda, memantau perkembangan kasus sesuai perannya masing-masing,” ungkap Wawan dalam keterangan pers, Rabu (28/1).

Wawan Nugroho menambahkan, uji coba internal menunjukkan respons positif dari berbagai pihak.

β€œInstansi merasa terbantu karena data jadi terintegrasi dan tidak perlu laporan berulang. Kader juga merasakan skrining lebih cepat dan terarah, sementara pasien terbantu dengan pengingat kontrol dan akses edukasi,” jelasnya.

Platform ini sudah resmi diluncurkan sebagai inovasi digital pendamping pasien TBC. Ke depan, SITUBA diharapkan bisa digunakan lebih luas dan berkontribusi dalam mempercepat penanganan TBC di Surakarta.(Siti Hafizah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.