Tingkatkan Resiliensi Jaringan, Dosen Universitas Nusa Mandiri dan UBSI Implementasikan Mitigasi Serangan DNS pada Mikrotik

0 10

BSINews, Jatiwaringin — Upaya penguatan keamanan jaringan terus dilakukan akademisi di tengah meningkatnya ancaman siber. Tim peneliti yang dipimpin Ahmad Fauzi dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif bersama Andry Maulana dari Universitas Nusa Mandiri berhasil menguji efektivitas mekanisme mitigasi serangan Domain Name System (DNS) pada router Mikrotik pada Rabu (28/1). Hasil penelitian ini dipublikasikan pada Oktober 2025 melalui Jurnal Edik Informatika.

Tingkatkan Resiliensi Jaringan, Dosen Universitas Nusa Mandiri dan UBSI Implementasikan Mitigasi Serangan DNS pada Mikrotik

Penelitian tersebut menyoroti kerentanan layanan DNS terhadap serangan berbasis User Datagram Protocol (UDP) yang kerap menyebabkan penurunan performa jaringan secara signifikan. Riset ini hadir sebagai solusi praktis bagi administrator jaringan dalam menghadapi serangan siber yang semakin kompleks di era digital.

Melalui pendekatan eksperimental, tim peneliti memfokuskan kajian pada mitigasi serangan UDP Packet Loss yang menargetkan port 53, port standar layanan DNS. Skenario serangan dirancang secara nyata menggunakan Mikrotik Traffic Generator untuk menguji ketahanan router. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanpa pengamanan, beban CPU router melonjak hingga 100 persen, dengan konsumsi sumber daya terbesar berasal dari proses DNS.

Namun, setelah diterapkan firewall raw rules pada chain prerouting, paket berbahaya berhasil dibuang sebelum membebani sistem. Implementasi ini terbukti mampu menurunkan penggunaan CPU secara drastis hingga mencapai level normal, yakni sekitar 6 persen, meskipun serangan tetap berlangsung.

Keberhasilan riset ini mendapat apresiasi dari pimpinan kampus. Ahmad Fauzi Kepala kampus UBSI kampus Jatiwaringin menegaskan bahwa riset tersebut sejalan dengan komitmen kampus dalam mendorong inovasi berbasis kebutuhan nyata.

“UBSI Jatiwaringin terus berkomitmen menghadirkan kegiatan riset berkualitas sebagai Kampus Akreditasi Unggul. Penelitian ini membuktikan bahwa solusi keamanan jaringan yang efektif dan ekonomis dapat diimplementasikan pada skala kecil hingga menengah,” ujarnya dalam keterangan rilis  yang diterima di Jatiwarinign, pada Rabu (28/1).

Baca Juga : UBSI Kampus Bogor Sukses Selenggarakan Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Database Administrator 2026

Hasil evaluasi juga menunjukkan peningkatan signifikan pada stabilitas throughput dan ketersediaan layanan DNS setelah mekanisme keamanan diaktifkan. Tim peneliti merekomendasikan agar administrator jaringan tidak hanya berfokus pada proteksi DNS, tetapi juga memperluas pengamanan terhadap potensi serangan lain, seperti eksploitasi port terbuka dan serangan berbasis TCP. (Indari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.