AI Bukan Sekadar Tren, Tapi Kunci Karier Masa Depan: Strategi UBSI Kampus Tasikmalaya Mempersiapkan Lulusan Unggul
BSINews, Tasikmalaya — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melesat begitu cepat dan mengubah lanskap pekerjaan secara fundamental. Transformasi digital kini menjadi realitas yang memengaruhi hampir seluruh sektor industri. Di tengah arus perubahan tersebut, muncul pertanyaan penting: bagaimana mahasiswa dapat membekali diri agar tidak tertinggal, bahkan mampu unggul dalam persaingan dunia kerja yang semakin dinamis?
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, memahami tantangan ini dan mengambil langkah konkret untuk mempersiapkan mahasiswanya menghadapi era AI.
Komitmen Nyata UBSI dalam Pembekalan Berbasis AI
Melalui BSI Career Center (BCC), Universitas BSI kampus Tasikmalaya secara konsisten menghadirkan program pembekalan karier berbasis kecerdasan buatan. Pembekalan ini tidak hanya menekankan aspek teknis penggunaan AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara strategis untuk pengembangan diri dan kesiapan karier.
Koordinator BSI Career Center Universitas BSI kampus Tasikmalaya, Ir. Dini Silvi Purnia, menegaskan,
“Pembekalan keterampilan karier berbasis kecerdasan buatan ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan. Kami ingin lulusan Universitas BSI bukan hanya siap kerja sesuai kebutuhan industri, tetapi juga mampu beradaptasi secara lincah terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah.”
Menurutnya, penguasaan keterampilan berbasis AI menjadi nilai tambah yang signifikan di dunia kerja modern. Mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk menyusun CV dan portofolio digital yang lebih profesional, memetakan minat serta potensi diri secara lebih terarah, hingga mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi kerja dengan lebih matang dan percaya diri.
AI sebagai Peluang, Bukan Ancaman
Melalui program pelatihan karier intensif dan pendampingan personal, BSI Career Center juga menekankan pentingnya etika penggunaan AI serta penguatan kemampuan berpikir kritis. Tujuannya agar mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Dengan dukungan penuh institusi, mahasiswa Universitas BSI kampus Tasikmalaya diharapkan dapat memandang AI sebagai peluang emas untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata di dunia kerja yang semakin kompetitif. AI bukan lagi sekadar tren, melainkan jembatan menuju masa depan karier yang lebih gemilang.(Tiara Sari)