Dosen UBSI Kenalkan AI ke Sineas Muda Windsor, Dorong Kreativitas Seni di Era Digital

0 37

BSINews, Jakarta-Dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan dalam kegiatan bertajuk AI UBSI Windsor kepada siswa Komunitas Sineas di Windsor Homeschooling, Jumat (13/2/2026), di kawasan Kwitang, Jakarta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk pembelajaran serta pengembangan karya seni, sekaligus mendorong kreativitas siswa dalam bidang perfilman, seni rupa, dan musik.

Baca juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Literasi Keuangan, Anak Panti Kini Melek Finansial

Komunitas Sineas Windsor merupakan kelompok siswa yang peduli pada pelestarian budaya dan karya seni Indonesia, dengan kegiatan meliputi pentas tari, seni suara, hingga melukis. Dalam sesi pelatihan, para peserta terlihat antusias dengan banyak pertanyaan seputar cara membuat akun AI hingga pemanfaatannya dalam mendukung proses belajar dan berkarya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen yang tergabung dalam program Pengabdian Masyarakat (PM) sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dipimpin oleh Dr. Evvy Silalahi bersama anggota Deby Puspitaningrum, Dani Chandra Utama, dan Eni Saeni, serta didukung dua mahasiswa pendamping. Ketua PM, Evvy Silalahi, menekankan pentingnya pengenalan teknologi ini sejak dini.

“Para siswa ini tergabung dalam kegiatan seni, ada yang menggambar, melukis, menyanyi, dan menari. AI dapat membantu para siswa untuk membuat karya seni inovatif,” ujar Evvy Silalahi dalam keterangan di Jakarta Juamat, (13/02).

Dalam pelaksanaannya, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong kontribusi nyata dosen dan mahasiswa melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis teknologi, termasuk mengenalkan perkembangan digital kepada komunitas pendidikan dan seni.

Deby Puspitaningrum yang bertindak sebagai tutor menjelaskan bahwa pemahaman AI tidak hanya membantu siswa dalam tugas akademik, tetapi juga memperluas ruang kreativitas. Ia memaparkan secara teknis cara mengakses aplikasi AI dimulai dari pembuatan akun hingga penerapan praktisnya.

“Di bidang perfilman misalnya, film Harry Potter menggunakan Computer Generated Image (CGI), sekarang sineas sudah dapat membuat film dengan menggunakan AI,” jelasnya.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif, diwarnai diskusi tentang pengalaman siswa menggunakan AI untuk menggambar, melukis, hingga menciptakan musik. Salah satu siswa bahkan mengungkapkan kekagumannya terhadap teknologi tersebut. “AI memang cerdas, tapi manusia tetap lebih cerdas karena manusia yang memerintahkan AI membuat sesuatu,” katanya.

Secara historis, konsep kecerdasan buatan pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan komputer Alan Turing pada 1950 melalui gagasan mesin yang mampu berpikir seperti manusia. Perkembangannya berlanjut ketika Dartmouth College mengembangkan algoritma AI pada 1956, hingga teknologi ini mengalami kemajuan pesat pada 1980-an dan semakin luas digunakan sejak era 2000-an di berbagai bidang kehidupan.

Baca juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Menulis Email Bahasa Inggris di TPI Daarul Faiziin

Melalui kegiatan ini, dosen UBSI berharap pemahaman AI dapat menjadi bekal bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak dalam dunia pendidikan dan seni di masa depan. Jika kamu mau, saya bisa bantu edit lagi (misalnya dibuat lebih pendek, lebih formal, atau disesuaikan gaya redaksi media tertentu).

Leave A Reply

Your email address will not be published.