Penerima Hibah Dana Indonesiana 2025 Audiensi dengan G.K.B.R.A.A. Paku Alam di Pura Pakualaman

0 58

BSINews, Yogyakarta – Tim Penerima Hibah Dana Indonesiana 2025 dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta melaksanakan audiensi dengan G.K.B.R.A.A. Paku Alam di Pura Pakualaman pada Jumat (20/02). Audiensi ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan program hibah bertajuk “Harmoni Tradisi dan Alam: Mahakarya Batik Tulis Pewarna Alam Motif Larangan Keraton Yogyakarta dan Motif Sakral Bali” guna memperkaya referensi, memperdalam pemahaman filosofis, serta memastikan keakuratan nilai historis dan kultural dalam pelaksanaannya.

Penerima Hibah Dana Indonesiana 2025 Audiensi 

Tim hibah dipimpin R. Jatinurcahyo selaku ketua tim, bersama Supriyanta, Akhmad Syukron, Yulianto, Eko Saputro, dan Atun Yulianto. Turut hadir Kepala Kampus UBSI kampus Yogyakarta Sardiarinto serta Kaprodi Perhotelan Emmita Devi Hari Putri. Pertemuan berlangsung khidmat dan penuh nuansa adiluhung budaya.

Dalam audiensi tersebut, G.K.B.R.A.A. Paku Alam memberikan wawasan mendalam mengenai filosofi motif larangan Keraton Yogyakarta, makna simbolik setiap ornamen batik, hingga etika pelestarian batik tulis sebagai warisan budaya tak benda. Penekanan juga disampaikan pada pentingnya penggunaan pewarna alam sebagai bentuk harmonisasi antara tradisi dan keberlanjutan lingkungan.

R. Jatinurcahyo menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi landasan akademik dan kultural yang sangat berharga bagi tim. “Kami ingin memastikan setiap karya dan luaran hibah tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memegang teguh pakem, filosofi, dan etika budaya yang benar,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Yogyakarta pada Sabtu (21/2).

Sardiarinto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya Nusantara melalui pendekatan akademik dan kolaboratif. Emmita Devi Hari Putri menambahkan bahwa integrasi nilai budaya dalam dunia pendidikan dan industri kreatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas bangsa di era global.

Baca juga : UBSI Kampus Pontianak Gelar Diseminasi Hasil Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2025, Dorong Kontribusi Nyata Kampus Digital Kreatif

Program hibah “Harmoni Tradisi dan Alam” diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi, menghubungkan kearifan lokal Yogyakarta dan Bali, serta menyelaraskan nilai sakral budaya dengan kesadaran ekologis melalui pemanfaatan pewarna alam ramah lingkungan.

Melalui audiensi ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif optimistis dapat menghasilkan luaran yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian dan penguatan warisan budaya Indonesia. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.