Perkuat Peran Sosial, UBSI Kampus Cengkareng Gelar Workshop AI dan Santunan Anak Yatim

0 26

BSINews, JakartaUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cengkareng sebagai Kampus Digital Kreatif akan menggelar Workshop Artificial Intelligence (AI) dan Santunan Anak Yatim Piatu bertema “Berbagi Ilmu, Menebar Berkah” pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen kampus dalam pengabdian kepada masyarakat melalui integrasi literasi teknologi dan kepedulian sosial.

UBSI Kampus Cengkareng Gelar Workshop AI dan Santunan Anak Yatim

Workshop ini menghadirkan pemaparan materi seputar AI, sesi diskusi interaktif, serta pemberian santunan kepada anak yatim piatu di sekitar lingkungan kampus. Kegiatan tersebut bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai perkembangan kecerdasan buatan sekaligus menumbuhkan nilai empati dan kebersamaan.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun nilai sosial di tengah masyarakat. Di era transformasi digital, integrasi antara literasi teknologi dan kepedulian sosial menjadi pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Cengkareng menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus peduli terhadap lingkungan sosial.

Kepala Kampus UBSI kampus Cengkareng, Hardiyan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan program edukatif yang berdampak luas. “Kami berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menguatkan nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : UBSI Kampus Cengkareng Gelar Workshop AI dan Santunan Anak Yatim Bertema “Berbagi Ilmu, Menebar Berkah”

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan citra kampus sebagai institusi yang responsif terhadap perkembangan zaman. Dengan menghadirkan edukasi AI kepada masyarakat umum, UBSI kampus Cengkareng menunjukkan kesiapan dalam menjawab kebutuhan literasi digital yang terus berkembang.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi agenda rutin sebagai bentuk keberlanjutan program sosial-edukatif kampus. Dengan demikian, peran perguruan tinggi tidak hanya dirasakan di ruang kelas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.