BSINews, Bogor — Mahasiswa sering kali berpikir bahwa membangun jaringan profesional adalah urusan setelah lulus kuliah. Padahal, langkah itu justru bisa dimulai sejak masih duduk di bangku perkuliahan. Hal tersebut dibuktikan oleh Muhammad Naufal Aksyal, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bogor, yang berhasil membangun 10.000 koneksi di LinkedIn dalam kurun waktu satu tahun.
Bagi Naufal, LinkedIn bukan sekadar media sosial, melainkan platform profesional yang dapat membuka peluang relasi, kolaborasi, hingga kesempatan magang dan kerja. Ia menilai mahasiswa perlu memanfaatkan platform tersebut untuk membangun personal branding sejak dini.
Langkah pertama yang ia lakukan adalah mengoptimalkan profil secara maksimal. Mulai dari penggunaan foto profesional, headline yang spesifik dan tidak hanya menuliskan “Student”, hingga bagian ringkasan (About) yang menjelaskan minat, fokus, serta nilai yang ditawarkan. Pengalaman organisasi, kepanitiaan, dan proyek juga dituliskan secara detail agar profil terlihat kredibel dan informatif.
Dari Bangku Kuliah ke 10.000 Koneksi, Strategi Mahasiswa UBSI Optimalkan LinkedIn
“Profil adalah kesan pertama. Jika profil kita jelas dan profesional, orang akan lebih percaya untuk terhubung,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3).
Selain itu, Naufal konsisten membagikan konten bernilai. Ia rutin menulis tentang pengalaman organisasi, insight perkuliahan, tips produktivitas mahasiswa, hingga refleksi pengembangan diri. Menurutnya, konten yang relatable dan memberikan manfaat akan lebih mudah menjangkau audiens secara organik.
“LinkedIn itu bukan soal pamer pencapaian, tapi berbagi proses dan pembelajaran,” jelasnya.
Strategi berikutnya adalah aktif menambah koneksi secara terarah. Ia menargetkan mahasiswa aktif, alumni, HR, recruiter, serta profesional di bidang yang diminati. Setiap permintaan koneksi selalu disertai pesan personal untuk membangun kesan profesional dan sopan.
Tak berhenti pada jumlah koneksi, Naufal juga aktif berinteraksi melalui komentar bermakna, memberikan apresiasi atas pencapaian rekan, serta terlibat dalam diskusi profesional. Interaksi tersebut dinilai mampu meningkatkan visibilitas profil sekaligus memperkuat kualitas relasi.
Baca juga : Dari Rasa Takut Gagal hingga Berdiri di Podium Juara, Perjalanan Panjang Atlet Shorinji Kempo Mahasiswi
Menurutnya, kunci utama dari pencapaian tersebut adalah konsistensi dan growth mindset. Tidak semua unggahan langsung mendapatkan respons tinggi, namun konsistensi dalam jangka panjang akan membangun kredibilitas.
Melalui pengalamannya, mahasiswa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif ini menunjukkan bahwa generasi muda mampu membangun jaringan profesional secara luas sejak dini. Dengan strategi yang tepat dan kemauan untuk terus belajar, membangun ribuan koneksi profesional bukan lagi hal yang mustahil.