Sering Streaming dan Menimbun File di Cloud? Dosen UBSI Ingatkan Soal ‘Jejak Karbon Digital’
BSINews, Tasikmalaya — Di tengah berbagai kampanye global untuk mengurangi sampah plastik dan emisi karbon dari kendaraan bermotor, ada satu sumber polusi yang sering luput dari perhatian karena tidak terlihat secara langsung, yakni aktivitas digital manusia. Kebiasaan menonton video streaming, mengirim email, hingga menyimpan ribuan file di layanan cloud ternyata juga memiliki dampak terhadap lingkungan.
Bambang Kelana Simpony, dosen Program Studi Sistem Informasi dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya, menjelaskan bahwa aktivitas digital juga menghasilkan sesuatu yang dikenal sebagai “jejak karbon digital.” Setiap data yang dikirim, disimpan, atau diproses di internet membutuhkan energi listrik yang tidak sedikit.
“Kita sering membayangkan dunia digital seperti awan yang bersih dan tidak berwujud. Padahal di balik itu semua terdapat ribuan pusat data atau data center raksasa yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Pusat data ini membutuhkan energi yang sangat besar untuk menjalankan server sekaligus menjaga suhu perangkat tetap stabil,” jelas Bambang.
Ia menambahkan bahwa menurut laporan dari The Shift Project, sektor video streaming saja diperkirakan menyumbang sekitar 1 persen emisi gas rumah kaca global, dan angka tersebut terus meningkat seiring pertumbuhan konsumsi konten digital di seluruh dunia.
“Kita sering berbicara tentang mengurangi sampah plastik, tetapi jarang menyadari adanya ‘sampah digital’. Email lama yang tidak pernah dibuka, file duplikat di cloud, hingga menonton video dengan kualitas sangat tinggi di perangkat kecil, semuanya memiliki jejak karbon yang berkontribusi pada krisis iklim,” tambahnya.
Empat Langkah Sederhana Mengurangi Jejak Karbon Digital
Untuk membantu mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas digital, Bambang mengajak masyarakat mulai menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan melalui konsep “diet digital.” Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
1. Bersihkan Inbox Email
Lakukan unsubscribe dari newsletter atau email promosi yang tidak lagi dibaca. Menghapus email lama yang tidak penting juga dapat membantu mengurangi beban penyimpanan server.
2. Bijak Menggunakan Streaming
Saat menonton video di ponsel atau tablet, tidak selalu perlu menggunakan kualitas Full HD atau 4K. Menurunkan kualitas video menjadi 720p atau 480p dapat menghemat penggunaan data sekaligus energi hingga puluhan persen.
3. Rapikan Penyimpanan Cloud
Periksa secara berkala file yang tersimpan di layanan cloud seperti Google Drive atau Dropbox. Hapus file duplikat, dokumen lama, maupun foto yang tidak diperlukan lagi.
4. Tutup Tab Browser yang Tidak Digunakan
Setiap tab yang terbuka di browser tetap menggunakan daya prosesor dan memori perangkat. Menutup tab yang tidak digunakan dapat membantu menghemat energi.
Menurut Bambang, langkah-langkah tersebut memang terlihat sederhana, namun jika dilakukan secara kolektif oleh banyak orang, dampaknya dapat menjadi signifikan bagi lingkungan.
“Tindakan kecil yang dilakukan oleh jutaan pengguna internet dapat menghasilkan perubahan besar. Menjadi warga digital yang bijak dan bertanggung jawab juga berarti ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi,” ujarnya.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong kesadaran literasi digital yang tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam penggunaan teknologi di era digital.