Dari Kampus ke Industri: Dosen UBSI Ungkap Strategi Mahasiswa Sistem Informasi Cepat Dapat Kerja
BSINews, Tasikmalaya — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi dituntut tidak hanya lulus dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal inilah yang mendorong para dosen di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya untuk berbagi strategi agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja sejak masih di bangku kuliah.
Industri Butuh Lulusan yang Siap Praktik
Kaprodi Sistem Informasi UBSI kampus Tasikmalaya, Deddy Supriadi, mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan tidak hanya melihat ijazah atau nilai IPK semata, tetapi juga memperhatikan kemampuan praktis yang dimiliki oleh lulusan.
“Mahasiswa Sistem Informasi perlu membangun kompetensi sejak awal kuliah. Industri saat ini mencari lulusan yang memiliki keterampilan teknis, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki pengalaman proyek yang nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun pengembangan diri, seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL), seminar teknologi, pelatihan sertifikasi kompetensi, hingga kegiatan expo karya mahasiswa. Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa dapat membangun portofolio yang akan menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan.
Portofolio Digital Jadi Nilai Tambah
Senada dengan hal tersebut, dosen Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Tasikmalaya, Ai Ilah Warnilah menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Mahasiswa Sistem Informasi harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perkembangan teknologi. Dunia IT bergerak sangat cepat, sehingga mahasiswa perlu terus belajar, mencoba, dan mengembangkan keterampilan baru agar tidak tertinggal,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan mahasiswa adalah dengan aktif mengerjakan proyek-proyek kecil, seperti membuat aplikasi sederhana, melakukan analisis data, atau mengembangkan sistem informasi yang dapat menjadi bagian dari portofolio digital mereka.
“Portofolio itu sangat penting. Ketika mahasiswa mampu menunjukkan karya nyata yang pernah mereka buat, perusahaan akan lebih mudah menilai kemampuan mereka. Ini yang sering menjadi pembeda antara lulusan yang siap kerja dan yang belum,” tambah Ai.
Soft Skill Tidak Kalah Penting
Ia juga mengingatkan bahwa selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu mengasah soft skill seperti komunikasi, manajemen waktu, serta kemampuan berkolaborasi dalam tim.
Melalui berbagai program pembelajaran yang mengedepankan praktik dan kesiapan kerja, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia industri.
Dengan mempersiapkan kompetensi sejak dini, mahasiswa Sistem Informasi diharapkan mampu memanfaatkan peluang di era transformasi digital dan menjadi talenta yang dibutuhkan oleh berbagai sektor industri.
“Jika mahasiswa serius membangun kompetensi, pengalaman, dan jaringan sejak kuliah, maka peluang untuk langsung dilirik oleh industri setelah lulus akan semakin terbuka,” tutup Ai.