Dosen UBSI Kenalkan Pemanfaatan ChatGPT bagi Pengurus Majelis Taklim
BSINews,Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pemanfaatan teknologi ChatGPT bagi pengurus Majelis Taklim Al-Hamidiyah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung aktivitas pelayanan informasi dan edukasi kepada jamaah pada Sabtu, (7/3).
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong peningkatan literasi digital di tengah masyarakat melalui berbagai program edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan teknologi ChatGPT yang diharapkan dapat membantu pengurus majelis taklim dalam mengoptimalkan kegiatan administrasi, penyusunan materi dakwah, hingga penyampaian informasi kepada masyarakat secara lebih efektif.
Pelatihan teknologi AI dorong peningkatan layanan edukasi dan kegiatan dakwah digital
Ketua pelaksana kegiatan, Firmansyah, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan memberikan peluang besar bagi berbagai organisasi masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, untuk meningkatkan kualitas layanan informasi kepada jamaah.
“Teknologi digital seperti ChatGPT dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun materi ceramah, membuat pengumuman kegiatan, hingga merancang konten edukasi yang lebih menarik. Melalui pelatihan ini kami berharap para pengurus majelis taklim dapat meningkatkan literasi digital serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif,” ujar Firmansyah dalam keterangan rilis Sabtu (7/3).
Materi pelatihan disampaikan oleh Hanggoro Aji Al-Kautsar yang memaparkan konsep dasar kecerdasan buatan serta berbagai contoh penerapannya dalam kegiatan organisasi dan edukasi keagamaan. Dalam sesi ini peserta juga diperkenalkan pada berbagai cara menggunakan ChatGPT untuk membantu menyusun materi dakwah, membuat draft tulisan, hingga merancang ide konten edukatif yang dapat disampaikan kepada jamaah.
“Teknologi AI bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi menjadi alat bantu yang dapat mempercepat proses pembuatan informasi dan materi edukasi. Dengan memahami cara penggunaannya, pengurus majelis taklim dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung kegiatan dakwah yang lebih kreatif dan informatif,” jelas Hanggoro.
Kegiatan pelatihan tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Peserta diajak mencoba berbagai contoh penggunaan ChatGPT, seperti membuat rancangan materi ceramah, menyusun pengumuman kegiatan majelis taklim, hingga mencari ide konten edukasi yang relevan bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pengurus Majelis Taklim Al-Hamidiyah aktif berdiskusi serta mencoba langsung berbagai fitur yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut.
Di akhir kegiatan, Firmansyah berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengurus majelis taklim dalam memanfaatkan teknologi digital.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pengurus Majelis Taklim Al-Hamidiyah semakin siap menghadapi perkembangan teknologi. Semoga pemanfaatan teknologi seperti ChatGPT dapat mendukung kegiatan edukasi, dakwah, dan pelayanan kepada jamaah secara lebih efektif,” tutupnya.(Niken)