Transformasi Digital Madrasah: Dosen UBSI Bekali Guru RA Mathlaul Anwar Teknologi AI Google NotebookLM

0 49

BSINews, Tangerang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan workshop inovatif bagi para pendidik di RA Mathlaul Anwar, Tangerang. Kegiatan bertajuk “Penerapan Work Design dan Digitalisasi Sistem Informasi Pendidikan untuk Peningkatan Efisiensi Operasional Guru” ini dilaksanakan pada Sabtu (7/3) di lingkungan RA Mathlaul Anwar.

Workshop tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran sekaligus membantu guru mengoptimalkan efisiensi kerja melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Pemanfaatan AI sebagai Asisten Virtual Guru

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini dipercepat dari jadwal semula sebagai langkah proaktif untuk mengurangi ketergantungan pada metode pembelajaran konvensional. Program ini berfokus pada pemanfaatan teknologi Generative AI, khususnya platform Google NotebookLM, yang diperkenalkan sebagai asisten virtual bagi para guru.

“Pemanfaatan teknologi AI seperti NotebookLM dapat membantu guru mengolah materi pembelajaran secara lebih cepat dan efektif. Dengan dukungan teknologi ini, guru dapat lebih fokus pada proses pembelajaran dan interaksi dengan siswa,” jelas Sona dalam rilis yang diterima pada Rabu (11/3) di Pontianak.

Melalui pendekatan Work Design, tim pengabdian melatih para guru untuk mentransformasi dokumen kurikulum yang padat menjadi materi visual interaktif secara otomatis hanya dengan perintah teks sederhana. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu guru menyederhanakan proses pembuatan materi ajar sekaligus mengurangi beban administratif.

Baca juga: Melampaui Kampus: Mengapa Riset dan Pengabdian Dosen adalah Jantung Perubahan Bangsa?

Pelatihan ini dirancang melalui tiga fase pengembangan kompetensi pendidik secara komprehensif. Pada fase kognitif, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar kecerdasan buatan serta pentingnya menjaga privasi dan keamanan data sekolah dalam pemanfaatan teknologi digital.

Selanjutnya pada fase psikomotorik, para guru mempraktikkan secara langsung proses konversi dokumen referensi seperti buku adab dan panduan ibadah menjadi draf presentasi PowerPoint maupun naskah video edukasi tanpa harus menyusunnya dari awal.

Hariyanto menambahkan bahwa penggunaan teknologi AI juga dapat membuka peluang inovasi dalam metode pembelajaran.

“Guru tidak hanya membuat materi pembelajaran dalam bentuk teks atau presentasi, tetapi juga dapat mengembangkan konten edukatif yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa,” ujarnya.

Pada fase inovasi pedagogik, peserta diperkenalkan pada fitur Audio Overview yang mampu mengubah teks kurikulum menjadi diskusi audio menyerupai podcast interaktif. Fitur ini dinilai dapat mendukung gaya belajar auditori bagi siswa usia dini serta membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik.

Strategi Keberlanjutan Adopsi Teknologi

Kegiatan ini melibatkan dosen UBSI seperti Sona Asnawi, Hariyanto, dan Mochamad Nandi Susila, serta partisipasi mahasiswa dalam proses pendampingan pelatihan.

Sebagai langkah keberlanjutan program, tim pengabdian menetapkan kader digital internal atau Person In Charge (PIC) dari kalangan guru. Langkah ini bertujuan memastikan proses adopsi teknologi dapat terus berjalan secara mandiri di lingkungan sekolah.

Mochamad Nandi Susila menyampaikan bahwa keberlanjutan program menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan pengabdian ini.

“Kami berharap para guru dapat terus mengembangkan keterampilan digital yang telah dipelajari sehingga inovasi pembelajaran dapat berlanjut dan memberi dampak nyata bagi kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi ini, RA Mathlaul Anwar diharapkan mampu mengembangkan lingkungan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung visi lembaga dalam mencetak generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.