Evaluasi KBM Semester Gasal, Prodi Sistem Informasi Siapkan Standar Pembelajaran untuk Semester Baru
BSINews, Tasikmalaya — Program Studi Sistem Informasi menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Semester Gasal Tahun Akademik 2025–2026 sekaligus persiapan Semester Genap 2025–2026 pada Kamis (12/3). Kegiatan ini melibatkan para dosen pengampu mata kuliah dari Kampus Utama dan PSDKU sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyamakan standar akademik di lingkungan program studi. Kegiatan ini menjadi salah satu komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam menjaga mutu pendidikan dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan kampus.
Program Studi Sistem Informasi Dorong Mahasiswa Kuasai Transformasi Digital di Era Industri 4.0
Rapat evaluasi tersebut dibuka oleh Wawan Nugroho yang menekankan pentingnya evaluasi rutin sebagai sarana refleksi bersama bagi para dosen. Menurutnya, evaluasi KBM menjadi langkah strategis untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan selaras dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia industri.
“Forum evaluasi seperti ini menjadi ruang penting bagi dosen untuk berbagi pengalaman, mengevaluasi metode pembelajaran, serta menyusun strategi agar proses belajar mengajar semakin berkualitas,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Tasikmalaya pada Jumat (13/3).
Sementara itu, Rachmat Adi Purnama selaku Dekan Fakultas Teknik Informatika dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran harus terus dilakukan melalui sinergi antar dosen dan program studi.
“Perguruan tinggi harus mampu memastikan bahwa kurikulum, metode pengajaran, serta kompetensi lulusan selalu relevan dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan industri. Oleh karena itu, persamaan persepsi antar dosen menjadi sangat penting,” jelasnya.
Setelah sesi pembukaan, rapat dilanjutkan dengan agenda persamaan persepsi mata kuliah yang bertujuan untuk menyelaraskan materi, metode pembelajaran, serta sistem evaluasi mahasiswa pada berbagai mata kuliah di Program Studi Sistem Informasi.
Beberapa mata kuliah yang menjadi fokus pembahasan di antaranya Rekayasa Perangkat Lunak dan Keamanan Sistem Informasi yang dipandu oleh Sriyadi, Tata Kelola TI dan Audit Sistem Informasi oleh Agung Wibowo, serta Transformasi Digital dan Sistem Operasi oleh Muhammad Sony Maulana. Selain itu, persamaan persepsi juga dilakukan pada mata kuliah Etika Profesi Informatika dan Sistem Informasi Manajemen oleh Dewi Ayu Nur Wulandari.
Pembahasan akademik juga mencakup mata kuliah Algoritma Data Science oleh Abdussomad, Proyek Sistem Informasi dan Pemodelan Sistem Informasi oleh Deddy Supriadi, UI/UX Design oleh Andriansah, serta Perancangan Sistem Informasi oleh Ririn Restu Aria. Selain itu, turut dibahas mata kuliah Business Intelligence oleh Supriyanta, Statistika dan Probabilitas oleh Denny Erica, serta Keamanan Basis Data oleh Noor Hasan.
Tidak hanya itu, mata kuliah Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi oleh Sriyadi serta Sistem Penunjang Keputusan oleh Ina Maryani juga menjadi bagian penting dalam diskusi akademik tersebut.
Baca juga : Pentingnya Keamanan Sistem Informasi bagi Mahasiswa di Era Digital
Ketua Program Studi Sistem Informasi Kampus Utama, Sriyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menjaga mutu pembelajaran.
“Persamaan persepsi ini penting agar seluruh dosen memiliki standar yang sama dalam menyampaikan materi, menilai mahasiswa, serta mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kualitas lulusan Sistem Informasi dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan evaluasi dan diskusi akademik ini, Program Studi Sistem Informasi berharap pelaksanaan KBM pada Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 dapat berjalan lebih optimal, inovatif, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang teknologi informasi, analisis sistem, dan transformasi digital.
Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja di era digital. (Indari)