Menuju Lulusan Unggul, Prodi SI UBSI Kampus Yogyakarta Satukan Persepsi Dosen Pembimbing
BSINews, Yogyakarta – Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta menggelar kegiatan Persamaan Persepsi bagi Dosen Pembimbing Tugas Akhir pada Senin (6/4). Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan, khususnya mahasiswa Diploma 3 (D3).
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong peningkatan mutu akademik melalui sinergi antar dosen. Kegiatan ini bertujuan menyamakan pemahaman dosen pembimbing dalam pelaksanaan serta pendampingan tugas akhir agar lebih terarah dan sesuai standar.
Bimbingan terarah dorong mahasiswa hasilkan karya inovatif dan aplikatif
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Program Studi Sistem Informasi, Anik Andriani, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar dosen dalam membimbing mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa kesamaan persepsi menjadi kunci dalam menciptakan proses bimbingan yang efektif.
“Dengan adanya persamaan persepsi ini, diharapkan dosen pembimbing memiliki pemahaman yang sama dalam membimbing mahasiswa, mulai dari penentuan topik, pengembangan aplikasi, hingga penyusunan laporan tugas akhir sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya dalam keterangan rilis Senin (6/4).
Dalam kegiatan tersebut, dibahas skema tugas akhir dengan outline “Inovasi Sistem Informasi”. Mahasiswa diarahkan untuk bekerja dalam kelompok kecil yang terdiri dari maksimal tiga orang guna mengembangkan aplikasi berbasis web maupun mobile yang diimplementasikan pada mitra.
Baca juga: Samakan Standar, Prodi Teknik Industri UBSI Perkuat Kualitas Pembelajaran Dosen
Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa menghasilkan solusi teknologi yang inovatif, aplikatif, serta memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga dituntut menyusun laporan ilmiah secara sistematis sesuai standar akademik.
Tidak hanya itu, mahasiswa didorong menghasilkan luaran tambahan berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta Berita Acara Serah Terima karya kepada mitra sebagai bentuk implementasi hasil tugas akhir di lapangan.
Proses bimbingan dirancang berlangsung secara intensif dengan target 8 hingga 10 kali pertemuan, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir tepat waktu dengan hasil yang optimal.
Di akhir kegiatan, Anik juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kualitas lulusan. “Kami berharap melalui kegiatan ini, proses bimbingan tugas akhir dapat berjalan lebih terarah dan konsisten, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri,” tutupnya. (Niken)