Dorong Transformasi Digital Berkelanjutan, Dosen SIA UBSI Kampus Sukabumi Ikuti Seminar Nasional Inovatif 2026

0 21

BSINews, Sukabumi — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari bisnis hingga sektor pertanian, kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu fokus utama dalam membangun transformasi digital yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Seminar Nasional Inovatif 2026 yang diikuti dosen Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) UBSI kampus Sukabumi, yang digelar oleh Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (9/4) secara hybrid, yakni di BSI Convention Center dan melalui platform daring. Seminar mengangkat tema “Transformasi Digital Berkelanjutan Melalui Inovasi Generatif dan Ekosistem Cerdas” yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menciptakan sistem yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan di berbagai sektor.

Dalam kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan wawasan akademik dan literasi teknologi di kalangan dosen, khususnya dalam menghadapi percepatan transformasi digital.

AI Dorong Transformasi Digital Berkelanjutan

Dalam sesi pemaparan, Zaenal Arifin Hasibuan menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendorong transformasi digital berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa AI tidak hanya meningkatkan efisiensi proses bisnis, tetapi juga berdampak pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

“Artificial Intelligence tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan di berbagai sektor melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis data,” ungkapnya dalam rilis yang diterima di Sukabumi pada Sabtu (11/4).

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan Generative AI kini tidak hanya berfungsi sebagai alat otomatisasi, tetapi juga mampu menciptakan nilai baru secara mandiri. Teknologi ini dinilai dapat membantu organisasi mengoptimalkan sumber daya, mengurangi limbah, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Baca juga: HIMASA UBSI Kampus Sukabumi Gelar Rapat Triwulan, Perkuat Evaluasi dan Strategi Organisasi

Menuju Ekosistem Pertanian Cerdas

Sementara itu, Karlisa Priandana menyoroti tantangan sektor pertanian di Indonesia, khususnya penurunan jumlah tenaga kerja petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan.

“Transformasi pertanian tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Kita membutuhkan integrasi teknologi seperti AI, IoT, dan robotika untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” tutur Karlisa.

Ia mendorong percepatan transformasi pertanian menuju ekosistem cerdas berbasis teknologi. Integrasi kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan robotika disebut menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian.

Baca juga: Siap Kerja? UBSI Kampus Pontianak Hadirkan Campus Recruitment Bersama PT Trans Hybrid Communication

Sejumlah inovasi turut dipaparkan, seperti UAV swarm berbasis algoritma optimasi, sistem greenhouse berbasis sensor, hingga robot pemanen dengan tingkat akurasi tinggi. Selain itu, AI generatif juga disebut dapat berperan sebagai asisten digital yang membantu petani dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Dalam seminar ini juga ditekankan pentingnya penerapan teknologi yang tetap mengedepankan aspek etika. Penggunaan AI diharapkan menjunjung prinsip transparansi, keadilan, serta tetap melibatkan manusia dalam proses pengambilan keputusan.

Pendekatan ini menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan manusia, melainkan memperkuat kapasitas manusia dalam menghadapi tantangan di berbagai sektor.

Baca juga: Cibitung Bukan Lagi Sekadar Kawasan Industri, Kini Jadi Magnet Baru Pendidikan di Bekasi

Penguatan Kompetensi di Era Digital

Partisipasi dosen dalam seminar ini menjadi bagian dari upaya peningkatan wawasan dan kompetensi akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat mengadopsi berbagai inovasi dan konsep terbaru untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga mampu mencetak lulusan yang lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Seminar Nasional Inovatif 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi, memperluas perspektif, serta mendorong implementasi transformasi digital berkelanjutan di berbagai sektor.(Siti Hafizah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.