Modal Nekat dan Mimpi Besar, Alumni UBSI Ini Sukses di Industri Kreatif

0 52

BSINews-Mohammad Arif Prakoso merupakan Alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang berhasil membuktikan bahwa kesuksesan bisa dimulai sejak masa muda, bahkan sejak masih duduk di bangku kuliah. Ia merupakan lulusan AMIK BSI tahun 2010 yang kini menjalankan usaha di bidang industri kreatif melalui PT Karya Visual Anantara – CropMoMon Pictures, sebuah production house yang telah ia kembangkan selama kurang lebih 10 tahun.

Baca juga: Dulu Diremehkan, Kini Jadi Programmer Diskominfo: Kisah Alumni UBSI Kampus Solo yang Menginspirasi

Perjalanannya sebagai entrepreneur tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan, kegagalan, serta keberanian dalam mengambil keputusan besar dalam hidup. Sejak lulus SMA, Arif sudah mulai membangun usaha bimbingan belajar sambil menjalani perkuliahan. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia tetap konsisten mengembangkan usahanya hingga tanpa disangka bimbingan belajar tersebut mampu tumbuh dengan baik dan bahkan dapat berjalan dengan bantuan tim.

“Sejak lulus SMA, saya membangun bisnis bimbingan belajar sambil kuliah. Tidak disangka bimbel tersebut tumbuh dengan baik dan bisa berjalan tanpa saya karena sudah ada tim yang membantu,” ungkapnya saat ditanyai dalam pesan WhatApp, Rabu (8/4).

Selama kuliah, Arif juga aktif mengikuti berbagai seminar entrepreneurship yang diadakan oleh UBSI. Dari sinilah ia mulai mengenal BSI Entrepreneur Center (BEC) yang kemudian membuka wawasannya tentang dunia bisnis yang lebih luas. Ia bahkan mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman sebagai mahasiswa yang sudah berwirausaha dalam berbagai kegiatan seminar dan roadshow ke kampus-kampus UBSI di luar Jabodetabek.

Titik Balik: Berani Keluar dari Zona Nyaman
Namun, perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Usaha bimbingan belajar yang telah ia bangun harus berhenti pada tahun 2012 karena adanya masalah internal. Kondisi tersebut membuatnya harus memulai kembali dari awal. Pada tahun 2013, ia memutuskan untuk bekerja di salah satu bank BUMN. Meski terlihat stabil, ia menyadari bahwa pekerjaan tersebut bukanlah tujuan hidup yang sebenarnya.

Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 2015 ketika ia kembali mencoba membangun bisnis, kali ini di bidang dokumentasi wedding. Awalnya usaha ini hanya dijalankan di akhir pekan, sementara di hari kerja ia masih bekerja di kantor. Namun, hasil yang didapatkan cukup signifikan hingga membuatnya semakin yakin untuk menekuni dunia bisnis secara penuh.

“Saat bisnis wedding hanya jalan di akhir pekan, penghasilannya sudah setengah dari gaji saya di kantor. Dari situ saya yakin untuk resign dan fokus penuh ke bisnis di tahun 2017,” jelasnya.

Keputusan untuk keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang mudah, tetapi Arif berani mengambil risiko tersebut. Ia percaya bahwa peluang besar hanya bisa diraih oleh mereka yang berani mengambil langkah.

Dari Nol Hingga Sukses di Industri Kreatif
Dalam membangun bisnisnya dari nol, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mendapatkan kepercayaan dari klien pertama. Untuk mengatasinya, ia membangun portofolio dengan menawarkan jasa tanpa bayaran sebagai bentuk investasi awal.

Seiring waktu, kepercayaan mulai terbentuk dan bisnisnya berkembang pesat. Usaha yang awalnya bergerak di bidang dokumentasi wedding kini telah berkembang menjadi production house profesional yang menangani berbagai proyek film, iklan, dan produksi kreatif lainnya.

Baca juga: Para Alumni Wisuda UBSI Ke-52 “Siap Bersaing di Dunia Kerja”

Bagi Arif, kunci utama dalam membangun bisnis bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga mindset. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki potensi masing-masing yang bisa dikembangkan, asalkan memiliki pola pikir yang tepat dan tidak takut untuk mencoba.

“Bekerja atau berbisnis harus dianggap seperti berkarya. Kerjakan dengan sepenuh hati, sehingga kita benar-benar tulus dan all out dalam melakukann…

Leave A Reply

Your email address will not be published.