Gawat Kalau Cuma Bisa Hitung Calon Akuntan 2026 Wajib Kuasai Skill Digital Ini atau Tertinggal

0 7

BSINews-Menjadi akuntan di era digital tidak lagi cukup hanya dengan mahir menghitung angka dan menyusun laporan keuangan. Perkembangan akuntansi digital, Artificial Intelligence (AI), pengolahan data, sistem informasi, hingga digitalisasi perpajakan membuat calon akuntan perlu menguasai berbagai skill digital akuntan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin berbasis teknologi.

Perubahan tersebut membuat profesi akuntansi mengalami transformasi. Jika sebelumnya pekerjaan akuntan banyak berkaitan dengan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan, kini profesi tersebut juga membutuhkan kemampuan mengolah data, membaca informasi, menggunakan aplikasi digital, melakukan analisis, serta membantu organisasi mengambil keputusan berdasarkan data.

Bagi generasi muda yang berencana mengambil Akuntansi S1, kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Kuliah akuntansi tidak hanya menjadi tempat untuk memahami debit dan kredit, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri.

Skill Digital Akuntan yang Perlu Dikuasai Generasi Muda

Salah satu kemampuan yang semakin penting adalah literasi digital. Calon akuntan perlu memahami bagaimana teknologi digunakan untuk mendukung proses pencatatan, pengolahan, analisis, hingga penyajian informasi keuangan.

Penguasaan spreadsheet menjadi salah satu kemampuan dasar yang penting. Lebih dari sekadar membuat tabel, mahasiswa perlu memahami bagaimana data dapat diolah menggunakan berbagai fungsi, formula, dan fitur analisis sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan.

Selain spreadsheet, kemampuan menggunakan sistem informasi akuntansi juga semakin relevan. Sistem tersebut membantu mengintegrasikan berbagai proses bisnis dan keuangan sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur dan efisien.

Mahasiswa juga perlu mengenal visualisasi data dan dashboard. Kemampuan menyajikan data dalam bentuk visual dapat membantu pengguna memahami kondisi keuangan dengan lebih cepat serta melihat pola atau informasi penting yang mungkin sulit ditemukan melalui angka mentah.

AI Mulai Mengubah Cara Akuntan Bekerja

Artificial Intelligence atau AI menjadi salah satu teknologi yang ikut mengubah dunia profesional, termasuk bidang akuntansi. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai aktivitas, seperti pengolahan informasi, analisis awal, otomatisasi pekerjaan tertentu, hingga mendukung proses pencarian dan pengorganisasian data.

Namun, kemampuan menggunakan AI tidak berarti calon akuntan dapat menyerahkan seluruh proses pekerjaan kepada teknologi.

Mahasiswa tetap perlu memahami dasar-dasar akuntansi, mampu memeriksa hasil yang diberikan teknologi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menentukan apakah informasi yang dihasilkan relevan dan dapat dipercaya.

Karena itu, AI akuntansi sebaiknya dipahami sebagai alat pendukung produktivitas, bukan pengganti kemampuan profesional seorang akuntan.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena dunia kerja membutuhkan tenaga profesional yang mampu menggabungkan pemahaman bidang akuntansi dengan teknologi.

Kemampuan Analisis Justru Makin Penting

Ketika sejumlah pekerjaan administratif dapat dibantu oleh teknologi, kemampuan analisis justru menjadi semakin bernilai.

Calon akuntan perlu mampu menjawab pertanyaan yang lebih strategis dari sekadar β€œberapa jumlahnya?”. Mereka perlu memahami mengapa suatu angka muncul, apa maknanya bagi perusahaan, bagaimana dampaknya terhadap keputusan bisnis, dan langkah apa yang dapat dilakukan berdasarkan informasi tersebut.

Kemampuan membaca data, menemukan pola, mengidentifikasi masalah, serta memberikan rekomendasi menjadi bagian penting dari kompetensi akuntan modern.

Dengan demikian, mahasiswa perlu membangun kebiasaan untuk tidak sekadar mengerjakan soal, tetapi juga memahami konteks di balik angka dan informasi keuangan.

Komunikasi Jadi Skill Penting Calon Akuntan

Kemampuan teknologi dan analisis perlu diimbangi dengan komunikasi yang baik.

Hasil pengolahan data keuangan tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak dapat disampaikan kepada pihak yang membutuhkan. Akuntan perlu mampu menjelaskan informasi keuangan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh manajemen, pemilik usaha, maupun pihak lain yang berkepentingan.

Karena itu, mahasiswa Akuntansi perlu mengembangkan kemampuan presentasi, komunikasi interpersonal, kerja sama tim, serta kemampuan menyampaikan analisis secara sistematis.

Kombinasi antara akuntansi, teknologi, analisis, dan komunikasi dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda yang ingin membangun karier di bidang keuangan dan bisnis.

Coretax dan Digitalisasi Perpajakan Perlu Dipahami

Transformasi digital juga terjadi dalam bidang perpajakan. Digitalisasi administrasi perpajakan membuat calon profesional akuntansi perlu memiliki wawasan mengenai perkembangan sistem perpajakan berbasis teknologi, termasuk memahami konsep dan penggunaan platform digital perpajakan yang relevan dengan dunia kerja.

Pemahaman mengenai perkembangan Coretax dan ekosistem digital perpajakan dapat menjadi bagian dari literasi yang perlu diperhatikan mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap perlu mengikuti ketentuan dan informasi resmi yang berlaku karena sistem dan regulasi perpajakan dapat mengalami perubahan.

Dengan memiliki wawasan mengenai digitalisasi perpajakan sejak masa kuliah, calon akuntan dapat lebih siap menghadapi lingkungan profesional yang semakin terdigitalisasi.

UBSI Kampus Jatiwaringin Siapkan Pilihan Kuliah untuk Generasi Digital

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

UBSI Kampus Jatiwaringin menyediakan sejumlah pilihan program studi yang dapat dipertimbangkan calon mahasiswa, di antaranya Akuntansi (S1), Sistem Informasi (S1), Informatika (S1), dan Manajemen (S1).

Pilihan tersebut memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk menentukan bidang pendidikan sesuai dengan minat dan rencana karier masing-masing.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan angka, bisnis, keuangan, sekaligus perkembangan teknologi, Akuntansi S1 dapat menjadi pilihan untuk membangun fondasi karier di era digital.

 

PMB UBSI Kampus Jatiwaringin Gelombang 5 Segera Ditutup

Kesempatan bergabung dengan UBSI Jatiwaringin juga terbuka melalui PMB Gelombang 5 yang berlangsung pada 3 Juli hingga 14 Agustus 2026.

Proses pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman resmi PMB UBSI. Setelah mendaftar, calon mahasiswa akan mengikuti tahapan sesuai prosedur penerimaan, mulai dari Ujian Saringan Online, daftar ulang online, mengunduh aplikasi E-KTM UBSI melalui Google Play Store, hingga mengikuti Orientasi Akademik dan Seminar Motivasi.

UBSI juga menyediakan berbagai pilihan beasiswa, di antaranya Beasiswa Jalur Undangan, Beasiswa Talenta Digital, dan Beasiswa Indonesia Juara, sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

 

Jangan Tunggu Sampai Terlambat

Dunia kerja terus berubah. Profesi akuntansi pun ikut berkembang seiring hadirnya teknologi digital dan AI. Karena itu, mempersiapkan skill digital akuntan sejak bangku kuliah dapat menjadi langkah strategis bagi generasi muda yang ingin membangun karier di bidang akuntansi dan bisnis.

Tidak cukup hanya menjadi seseorang yang bisa menghitung. Jadilah calon akuntan yang mampu membaca angka, memahami data, menggunakan teknologi, menganalisis informasi, dan mengambil keputusan secara cerdas.

Sudah siap membangun karier di era akuntansi digital? Daftar PMB UBSI sekarang melalui: https://pmbubsi.id

Jangan lewatkan kesempatan bergabung di UBSI Jatiwaringin dan persiapkan diri menjadi generasi profesional yang adaptif terhadap teknologi bersama UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif.

 

FAQ Skill Digital Calon Akuntan

1 Apa saja skill digital yang dibutuhkan calon akuntan?

Beberapa kemampuan yang relevan antara lain pengolahan data menggunakan spreadsheet, sistem informasi akuntansi, visualisasi data, dashboard, literasi AI, analisis data, serta pemahaman terhadap digitalisasi perpajakan.

 

2. Apakah AI akan menggantikan profesi akuntan?

AI dapat membantu mengotomatisasi sejumlah pekerjaan, tetapi kemampuan manusia dalam memahami konteks, melakukan analisis, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan menerapkan etika profesional tetap sangat penting.

 

3. Bagaimana cara mendaftar Akuntansi S1 di UBSI Jatiwaringin?

Calon mahasiswa dapat memperoleh informasi pendaftaran dan mengikuti proses PMB secara online melalui https://pmbubsi.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.