Edukasi HAM Sejak Dini, Mahasiswa UBSI Turun ke Sekolah Cegah Pelanggaran

0 74

BSINews, BekasiUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema pencegahan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada Senin (20/4). Kegiatan ini berlangsung di SMPN 5 Tambun Selatan dengan tujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan HAM dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak sembilan mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini, yaitu M. Riski, Cassanova Yuna Revayanto, Muhamad Tiran Ramadan, Adiva Cahaya, Rikomaulana Lutfi, Muhammad Nabil Rifai, Cahaya Lailatuzzahro, Puspa Dwi Cahyani, dan Nely Nur Maedah. Mereka menghadirkan berbagai program edukatif yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Melalui pendekatan interaktif, siswa diajak lebih sadar hak dan kewajiban di lingkungan sekolah

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diisi dengan sosialisasi serta diskusi interaktif mengenai bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti diskriminasi gender, perundungan (bullying), dan hak atas pendidikan. Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan materi melalui media visual berupa slide presentasi dan poster edukatif yang dirancang sendiri.

Baca juga: Jangan Sampai Kecanduan! Anak-anak Duri Kosambi Diajak Bijak Gunakan Gadget

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi mediasi sederhana yang bertujuan melatih siswa dalam menyelesaikan konflik secara bijak dan adil. Metode ini membuat siswa lebih aktif dan mampu memahami materi secara praktis. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif lebih dari 40 siswa selama kegiatan berlangsung.

Ketua pelaksana kegiatan, M. Riski, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya pemahaman siswa mengenai hak-hak dasar mereka.

“Kami melihat masih banyak siswa yang belum memahami hak-hak dasar mereka. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberdayakan siswa agar mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah pelanggaran HAM di lingkungan sekolah,” ujarnya dalam keterangan rilis Senin (20/4).

Ia juga menambahkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan sehingga semakin banyak siswa yang sadar akan pentingnya menghormati dan melindungi hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.