UBSI dan University of Northern Philippines Perkuat Kolaborasi, Program Faculty Exchange Siap Digelar

0 15

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Kampus Jakarta melalui Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar pertemuan daring bersama University of Northern Philippines (UNP) dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Faculty Exchange Program 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (8/4) melalui platform Zoom dan melibatkan perwakilan dari College of Arts and Sciences UNP.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan teknis maupun akademik sebelum program resmi dijalankan. Kedua institusi secara aktif membahas skema pembelajaran, teknis pelaksanaan kelas daring, hingga penyesuaian kurikulum agar proses pertukaran dosen dapat berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan mahasiswa di masing-masing kampus.

Pertemuan Daring Matangkan Teknis Pembelajaran Lintas Negara Bidang Ilmu Komunikasi

Dalam diskusi tersebut, disepakati bahwa dosen dari UBSI akan mengajar mahasiswa UNP melalui mata kuliah Digital Marketing Communication dan Broadcasting Ethics. Sementara itu, dosen dari UNP akan memberikan materi kepada mahasiswa UBSI melalui mata kuliah Communication Media dan Developmental Communication. Kolaborasi ini dinilai relevan dengan perkembangan dunia komunikasi yang semakin dinamis di era digital global.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI, Intan Leliana, menyampaikan bahwa program ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar lintas negara.

“Program ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami perspektif global dalam bidang komunikasi, sehingga mereka tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mampu melihat praktik komunikasi di level internasional,” ujarnya dalam keterangan rilis Rabu (8/4).

Baca juga: Perkuat Kolaborasi Daerah, UBSI Kampus Solo Bangun Kemitraan Strategis dengan Pemkab Klaten

Senada dengan hal tersebut, perwakilan UNP juga menekankan pentingnya kolaborasi akademik dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Program ini dinilai mampu mendorong pertukaran wawasan, pengalaman, serta praktik terbaik antar dosen dan mahasiswa dari kedua institusi.

Faculty Exchange Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan pengajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring internasional di bidang pendidikan, khususnya dalam disiplin ilmu komunikasi. Melalui interaksi akademik yang intensif, diharapkan tercipta suasana pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan global.

Program ini dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada Senin (13/4), sementara kegiatan pembelajaran daring akan dimulai pada Selasa (14/4). Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa, sekaligus meningkatkan kualitas akademik di kedua institusi.

Di akhir kegiatan, Intan juga menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan program ini.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperluas wawasan global mahasiswa di masa mendatang,” tutupnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.