Dari Manual ke Digital, UBSI Sulap Pembukuan Koperasi Jadi Lebih Canggih

0 52

BSINews, DepokUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Kampus Depok menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan penggunaan aplikasi spreadsheet bagi pengurus Koperasi Merah Putih. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (19/4) di MI Darul Hikmah, Pangkalan Jati Baru, Cinere, mulai pukul 08.30 hingga 11.50 WIB.

Pelatihan ini dipimpin oleh Yosie Noverha bersama tim dosen dan mahasiswa UBSI, yaitu Tri Kuryanti dan Resi Taufan, serta mahasiswa Fathan Muhammad Fawwaz, Dava Pratama Putra, Layli Sutedja, Rizki Sabililah, dan Muhammad Riza Husin. Sebanyak 20 pengurus koperasi mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Pelatihan Spreadsheet Bikin Pengurus Koperasi Merah Putih Lebih Cepat, Rapi, dan Transparan

Kegiatan ini bertujuan membantu pengurus koperasi dalam menyusun laporan administrasi dan keuangan secara lebih efektif, rapi, dan transparan. Selama ini, proses pencatatan masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan rentan kesalahan. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan cara mencatat transaksi, menyusun laporan bulanan, serta memantau stok barang secara otomatis menggunakan rumus sederhana dalam spreadsheet.

Ketua Kelompok Pengabdian Masyarakat, Yosie Noverha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kampus dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan koperasi berbasis digital.

“Kami ingin membantu pengurus agar tidak lagi kesulitan saat membuat laporan bulanan. Dengan spreadsheet, pencatatan yang tadinya rumit menjadi lebih sederhana, cepat, dan mudah dipahami,” ujarnya dalam keterangan rilis Minggu (19/4).

Baca juga: Bongkar Rahasia Pengelolaan Dana, UBSI Bekali LAZISMU Jadi Lebih Transparan

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Evy Priyanti, menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung bagi peserta.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin pengurus koperasi mampu mengelola pencatatan secara digital secara mandiri, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengelolaan usaha mereka,” jelasnya.

Koperasi Merah Putih sendiri merupakan bagian dari program ekonomi kerakyatan yang diluncurkan secara nasional pada 2025 dan ditargetkan beroperasi optimal pada 2026. Koperasi ini memiliki peran penting dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga pengelolaan administrasi yang baik menjadi faktor utama keberhasilan program.

Di akhir kegiatan, Yosie juga menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak berkelanjutan bagi pengurus koperasi.

“Kami berharap koperasi ini dapat berkembang menjadi lebih mandiri, profesional, dan mampu memanfaatkan teknologi sederhana untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat,” tutupnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.