Bongkar Rahasia Pengelolaan Dana, UBSI Bekali LAZISMU Jadi Lebih Transparan
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Kampus Jakarta melalui Program Studi Akuntansi menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, pada Sabtu (18/4). Kegiatan ini mengusung tema sosialisasi literasi keuangan bagi pengurus dan relawan LAZISMU guna meningkatkan kapasitas pengelolaan organisasi.
Lewat Literasi Keuangan, Pengurus dan Relawan Didorong Kelola Organisasi Lebih Profesional
Kegiatan ini menghadirkan Atri Nodi Maiza Putra sebagai narasumber utama yang memberikan pemaparan terkait pentingnya literasi keuangan bagi organisasi nirlaba. Dalam materinya, disampaikan bahwa pengelolaan dana umat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar dapat menjaga kepercayaan masyarakat.
Dalam sesi pemaparan, dijelaskan bahwa transparansi laporan keuangan menjadi salah satu aspek penting yang harus diterapkan oleh organisasi, terutama dengan mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Penerapan standar ini tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kepada para donatur serta masyarakat luas.
Baca juga: Bangun Generasi Kritis, Mahasiswa UBSI Edukasi Demokrasi di SMPN 41 Bekasi
Atri Nodi Maiza Putra menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang baik akan berdampak pada keberlanjutan program sosial yang dijalankan organisasi.
“Pengelolaan keuangan yang transparan dan sesuai standar akan meningkatkan kepercayaan publik, sehingga program-program sosial dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan rilis Sabtu (18/4).
Para peserta yang terdiri dari pengurus dan relawan LAZISMU mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya minat peserta dalam memahami pengelolaan keuangan yang lebih baik, terutama dalam penerapan pencatatan dan pelaporan yang sesuai standar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengurus LAZISMU dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan organisasi sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mendorong tata kelola organisasi sosial yang lebih profesional dan terpercaya di tengah masyarakat.
Di akhir kegiatan, Atri juga menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan dampak nyata.
“Kami berharap para pengurus dapat menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi secara konsisten, sehingga organisasi semakin dipercaya dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. (Niken)