Santri Go Digital! Pelatihan Excel Jadi Kunci Modernisasi Administrasi Pesantren

0 28

BSINews, Depok Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok At-Taawun Citayam pada Jumat (25/4). Kegiatan ini mengusung pelatihan Microsoft Excel sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan produktivitas santri di era disrupsi teknologi.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara kemampuan praktis santri dengan tuntutan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi. Rendahnya pemahaman terkait pengelolaan data dan administrasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini.

Dari Kitab ke Keyboard, Santri At-Taawun Dibekali Skill Teknologi untuk Hadapi Era Digital

Melalui pelatihan ini, santri dibekali keterampilan dasar hingga menengah dalam penggunaan Microsoft Excel yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi, pengelolaan keuangan, hingga pembuatan laporan secara sistematis. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan dasar, praktik langsung, hingga pendampingan intensif agar peserta mampu memahami materi secara menyeluruh.

Pendekatan pembelajaran yang digunakan bersifat interaktif dan aplikatif, sehingga santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pengolahan data sesuai kebutuhan di lingkungan pesantren. Hal ini diharapkan mampu menciptakan sistem administrasi yang lebih rapi, efisien, dan akuntabel.

Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan kompetensi digital. Santri tidak hanya dibekali ilmu keagamaan, tetapi juga kemampuan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Baca juga: UMKM Naik Level, Guru RA Dibekali Strategi Kelola Keuangan yang Lebih Tertata

Kudiantoro Widianto selaku salah satu dosen dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang adaptif terhadap perubahan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan digital yang dapat mendukung produktivitas dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja,” ujarnya dalam keterangan rilis Jumat (25/4).

Hasil dari kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga pada transformasi tata kelola pesantren yang lebih modern. Penggunaan Excel diharapkan mampu membantu pengelolaan data menjadi lebih terstruktur dan transparan.

Di akhir kegiatan, Kudiantoro Widianto menyampaikan harapannya agar literasi digital ini dapat terus dikembangkan di lingkungan pesantren.

“Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan santri yang mampu menjadi agen perubahan, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” tutupnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.