Dorong Ekonomi Sirkular, UBSI Latih Bank Sampah Vida Bekasi Go Digital

0 9

BSINews, Bekasi – Sampah bukan lagi sekadar barang buangan. Di tangan yang tepat, sampah bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi, asal dikelola dan dipasarkan dengan cara yang tepat pula. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar pelatihan digital marketing dan pendampingan aplikasi bagi pengelola Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019, Kel. Padurenan, Kec. Mustika Jaya, Bekasi, pada Sabtu (25/7) lalu.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dirjen Risbang Kemdiktisaintek) tahun pendanaan 2026. Sasarannya adalah peningkatan kapasitas pengelola bank sampah dalam memanfaatkan teknologi digital, baik untuk pengelolaan organisasi maupun perluasan pemasaran produk daur ulang.

Baca juga: PKM BIMA UBSI Tasikmalaya Bekali UMKM Rima Craft Teknik Fotografi Produk dengan Ponsel

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019, Nia Kurniasih. Ia menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Tim PkM UBSI kepada para pengelola dan anggota bank sampah.

“Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi kami, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung operasional dan pemasaran produk,” kata Nia, dalam keterangan rilisnya, Rabu (5/8).

Ia berharap kerja sama antara Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019 dan UBSI dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Pelaksanaan PkM ini, sesi pertama pelatihan diisi oleh Nila Aulia, yang membawakan materi digital marketing serta pendampingan penggunaan marketplace melalui e-commerce. Peserta diperkenalkan pada strategi pemasaran digital, cara membangun identitas produk, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.

Dalam sesi ini, peserta juga mendapat pendampingan langsung membuat akun, mengunggah produk, dan menyusun deskripsi yang menarik di platform marketplace. Tujuannya agar produk hasil daur ulang memiliki daya saing lebih baik di pasar digital.

Materi berikutnya disampaikan oleh Haryani, yang memberikan pendampingan penggunaan Aplikasi Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019. “Aplikasi ini dikembangkan sebagai bagian dari inovasi digital dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” jelas Haryani, sembari mendemokan aplikasinya kepada mitra.

Baca juga: Dosen UBSI Dorong Optimalisasi Ekonomi Sirkular melalui Teknologi Inovasi Bersama Bank Sampah Mawar

Melalui aplikasi ini, peserta dilatih mengelola data nasabah, mencatat transaksi penyetoran sampah, mengelola saldo tabungan, mencatat penarikan saldo, hingga menyusun laporan secara otomatis. Pendampingan dilakukan secara interaktif sehingga pengurus bisa langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi sesuai alur operasional bank sampah.

“Kami berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola Bank Sampah Vida Bekasi Taman Apel 019. Nantinya, program ini juga bisa memperluas peluang pemasaran produk daur ulang sehingga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong dosennya menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. Melalui kegiatan PkM ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra diharapkan terus berlanjut, mendukung transformasi digital dan penguatan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.