Mahasiswa UBSI Edukasi Siswa SDN Bekasi Jaya 1 Tentang Pentingnya Zakat Sejak Dini

0 39

BSINews, Bekasi – Sebanyak sembilan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Rohani Islam (UKMI) dan komunitas peduli sosial melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Generasi Cerdas Berzakat: Menumbuhkan Kesadaran Zakat Sejak Dini” di SDN Bekasi Jaya 1, Kota Bekasi, pada Rabu (30/4). Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa kelas 5 dan berlangsung dengan penuh antusiasme.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai zakat sebagai rukun Islam keempat sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada anak-anak sejak usia dini. Materi disampaikan secara interaktif melalui video animasi, permainan edukatif, serta cerita inspiratif mengenai pentingnya berbagi kepada sesama.

Tanamkan nilai kepedulian sosial melalui kegiatan interaktif dan edukatif

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk aktif memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menghadirkan metode pembelajaran yang menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami makna zakat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Gak Perlu Nunggu Wisuda! Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Diajak Jadi Pebisnis Sejak Dini

Ketua pelaksana kegiatan, M. Ario Luthfianto, menyampaikan bahwa edukasi zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga tentang membangun kepedulian sosial sejak dini.
Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling membantu sesama. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa zakat bukan hanya kewajiban saat Ramadhan, tetapi juga bentuk kepedulian dan solusi sosial bagi masyarakat,” ujarnya daalam keteranagn rilis Rabu (30/4).

Kepala SDN Bekasi Jaya 1, Anwar Sanusi, menyambut baik kegiatan yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar siswa semakin memahami pentingnya berbagi kepada sesama. “Dengan pendekatan bermain dan simulasi seperti ini, anak-anak menjadi lebih mudah memahami makna zakat dan pentingnya membantu orang lain,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BSI berharap nilai-nilai kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah sehingga siswa tidak hanya memahami konsep zakat secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.