Koperasi Wanita Atsiri dan UBSI Latih UMKM Bogor Kelola Laporan Keuangan Lewat Google Sheets
BSINews, Bogor – Bagi banyak pelaku UMKM, urusan jualan sering kali lebih mudah dibayangkan daripada urusan mencatat keuangan. Produk bisa laku, pelanggan bisa datang, pesanan bisa ramai, tapi ketika ditanya berapa keuntungan bersih bulan ini, jawabannya kadang masih berupa senyum tipis dan buku catatan yang mulai kusut.
Berangkat dari persoalan tersebut, Koperasi Wanita Atsiri Kabupaten Bogor bersama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan pelatihan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan tema “Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Laporan Keuangan Berbasis Google Sheets”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (26/4) dan diikuti puluhan peserta dari berbagai sektor usaha.
Baca juga: Dosen UBSI Bekali Masyarakat Jakarta Timur Keterampilan Penyusunan Laporan Keuangan
Pelatihan ini hadir untuk membekali anggota koperasi dan pelaku UMKM dengan keterampilan praktis dalam menyusun laporan keuangan yang sederhana, transparan, dan mudah diakses. Dengan memanfaatkan teknologi berbasis cloud seperti Google Sheets, para pelaku usaha dapat mencatat pemasukan, pengeluaran, modal, hingga keuntungan secara lebih rapi dan efisien.
Kehadiran UBSI dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi digital UMKM. Para dosen dan mahasiswa yang terlibat memberikan pendampingan secara langsung, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik yang bisa diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Ketua Koperasi Wanita Atsiri, Ir. Idawati Mursidah, menyampaikan bahwa kemampuan mengelola laporan keuangan merupakan salah satu fondasi penting bagi UMKM agar dapat naik kelas.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota koperasi mampu mengelola usaha dengan lebih profesional, sehingga dapat memperluas akses permodalan dan peluang pasar,” ujar Ir. Idawati, Minggu (26/4).
Menurutnya, laporan keuangan yang tertata bukan hanya membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis, tetapi juga menjadi bekal penting ketika ingin mengajukan pembiayaan, bekerja sama dengan mitra, atau memperluas pasar.
Salah satu peserta, Rina, pelaku usaha kuliner, mengaku terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selama ini, ia masih mencatat keuangan usaha secara manual di buku tulis.
“Selama ini saya mencatat keuangan hanya di buku tulis. Dengan Google Sheets, saya bisa lebih rapi dan mudah melihat keuntungan serta biaya. Ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya,” ungkapnya.
Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan dosen UBSI yang menilai bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan pasar.
“UMKM yang mampu mengadopsi teknologi akan lebih siap menghadapi persaingan. Pelatihan seperti ini menjadi langkah nyata untuk memberdayakan pelaku usaha lokal,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengenal penggunaan Google Sheets mulai dari dasar, seperti membuat tabel pemasukan dan pengeluaran, mencatat transaksi harian, menghitung total biaya, hingga membaca gambaran sederhana tentang kondisi keuangan usaha. Pendekatan praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami materi, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum terbiasa menggunakan aplikasi digital untuk administrasi usaha.
Baca juga: UBSI Latih UMKM Desa Ragajaya Susun Laporan Keuangan Lewat Handphone
Lebih dari sekadar belajar aplikasi, pelatihan ini juga mengajak pelaku UMKM memahami pentingnya disiplin mencatat. Sebab dalam usaha kecil sekalipun, pencatatan yang rapi dapat membantu pemilik usaha mengambil keputusan dengan lebih tepat. Apakah perlu menambah stok, menaikkan harga, mengurangi biaya, atau membuka peluang produk baru.
Melalui kegiatan ini, Koperasi Wanita Atsiri bersama UBSI berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan UMKM di Kabupaten Bogor. Kolaborasi antara koperasi, akademisi, dan pelaku usaha menjadi langkah penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing di era digital. Karena kadang, usaha yang ingin naik kelas tidak selalu dimulai dari modal besar. Bisa jadi, langkah pertamanya adalah mencatat dengan lebih rapi.