Mahasiswa UBSI Edukasi Siswa MAs Ghoyatul Jihad tentang Etika Digital dan Moral di Era Media Sosial
BSINews, Karawang – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar sosialisasi penguatan karakter bagi siswa MAs Ghoyatul Jihad, Karawang, Kamis (7/5). Kegiatan bertajuk “Cerdas Beragama, Santun Berperilaku: Panduan Penguatan Moral bagi Siswa Madrasah Aliyah” tersebut membahas pentingnya pemahaman agama yang moderat serta etika berkomunikasi di era digital.
Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Tekankan Pentingnya Etika Digital dan Sikap Santun di Kalangan Pelajar
Sosialisasi ini bertujuan membantu siswa memahami cara bersikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di media sosial. Selain itu, kegiatan juga menekankan pentingnya menjaga tutur kata dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik secara langsung maupun di ruang digital.
Dalam pemaparannya, mahasiswa UBSI kampus Karawang mengangkat dua poin utama, yakni menjadi pribadi yang “cerdas beragama” dan “santun berperilaku”. Siswa diajak memahami nilai agama secara lebih mendalam agar mampu bersikap adil, toleran, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Wakil Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Excel Mutaki, mengatakan para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama sosialisasi berlangsung. Menurutnya, diskusi berjalan interaktif karena banyak siswa aktif bertanya mengenai cara menghadapi tantangan pergaulan digital.
“Kegiatan berjalan cukup interaktif dan para siswa terlihat antusias mengikuti materi. Kami mencoba mengajak mereka memahami bahwa nilai agama tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi juga diterapkan dalam cara berbicara, bersikap, dan menggunakan media sosial,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Karawang pada Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan menyaring informasi dengan lebih baik. Karena itu, siswa didorong untuk membiasakan sikap tabayyun atau klarifikasi sebelum mempercayai maupun membagikan suatu informasi.
Menurut Excel, pendekatan tersebut penting agar siswa tidak mudah terlibat dalam penyebaran hoaks maupun perdebatan yang memicu konflik di media sosial. Ia juga menekankan pentingnya menjaga bahasa yang santun ketika berkomunikasi di internet.
“Anak muda sekarang sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami bagaimana cara menggunakan platform digital secara bijak dan tetap menjaga etika dalam berkomunikasi,” katanya.
Baca juga : Lewat Sosialisasi Karakter, Mahasiswa UBSI Ajak Siswa Bijak Bermedia Sosial
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi praktis mengenai pengaruh negatif media sosial. Dalam sesi tersebut, mahasiswa UBSI mengajak siswa menjadikan guru dan sumber pembelajaran terpercaya sebagai rujukan utama dalam memahami ajaran agama.
Pihak MAs Ghoyatul Jihad menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut. Sekolah menilai kegiatan semacam ini dapat membantu membentuk lingkungan belajar yang lebih harmonis sekaligus memperkuat karakter siswa di tengah perkembangan teknologi informasi.
Kolaborasi antara mahasiswa UBSI kampus Karawang dan pihak madrasah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam membangun kebiasaan berkomunikasi yang santun dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya didorong berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui program edukasi tersebut, UBSI sebagai kampus digital kreatif terus mendorong mahasiswa untuk aktif menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter, literasi digital, dan etika bermedia sosial di kalangan generasi muda. (Indari)