Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Gelar Penyuluhan Toleransi Beragama di SDN Kraton 1 Kota Tegal
BSINews, Tegal – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Tegal menggelar penyuluhan bertema “Pendekatan Edukatif mengenai Penanaman Nilai Toleransi Beragama bagi Siswa SDN Kraton 1 Tegal” di SD Negeri Kraton 1, Kota Tegal, pada Jumat (17/4). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai toleransi beragama kepada siswa sekolah dasar agar mampu hidup rukun di tengah keberagaman.
Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Gelar Penyuluhan Toleransi Beragama
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB tersebut diikuti siswa kelas 4 SDN Kraton 1 dengan penuh antusias. Rangkaian acara meliputi penyampaian materi mengenai toleransi beragama, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab antara mahasiswa dan siswa.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Juniardi, menyampaikan harapannya agar siswa semakin memahami pentingnya hidup berdampingan secara damai meskipun memiliki perbedaan keyakinan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik di SDN Kraton 1 semakin memahami bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan. Toleransi adalah fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang damai sejak usia dini,” ujar Juniardi dalam keterangan rilis di Tegal, Sabtu (18/4).
Dalam penyuluhan tersebut, Juniardi mengatakan bahwa mahasiswa UBSI menyampaikan pentingnya menghargai perbedaan keyakinan, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta membangun lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan penuh kedamaian.
“Materi juga menekankan bahwa toleransi tidak hanya sebatas menerima perbedaan, tetapi menjadi landasan utama dalam menciptakan hubungan sosial yang sehat sejak usia dini,” jelasnya.
Baca juga : Penyuluhan Literasi Media Bagi Pengurus Anak Cabang Fatayat NU Neglasari Tangerang Pada Era Digital
Selain pemaparan materi, ia juga menambahkan, untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan dilengkapi dengan permainan interaktif bermuatan nilai keislaman yang membuat siswa lebih aktif dan terlibat selama proses pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai toleransi diharapkan dapat tertanam sejak dini sehingga siswa tumbuh menjadi generasi yang moderat, berempati tinggi, serta mampu hidup harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” tutupnya. (Alisa)