Peran Vital UBSI Kampus Bekasi dalam Perumusan Kebijakan Vokasi di Gedung 10 Kantor Walikota
BSINews, Bekasi — Di tengah kebutuhan dunia industri terhadap sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bekasi turut ambil bagian dalam perumusan pembentukan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) yang digelar di Gedung 10 Lantai 1 Kantor Walikota Bekasi pada Rabu (29/4).
UBSI Kampus Bekasi Dorong Pendidikan Vokasi Selaras dengan Dunia Industri
Kegiatan tersebut mempertemukan perwakilan universitas se-Kota Bekasi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kadin, serta pemerintah daerah untuk membahas strategi penguatan pendidikan vokasi dan penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Acara yang dipandu oleh praktisi vokasi dari Universitas Indonesia Timur dan pihak kementerian ini membahas integrasi pelatihan kerja, penguatan sertifikasi profesi, hingga sinkronisasi kurikulum kampus dengan kebutuhan industri modern.
Dalam forum tersebut, UBSI kampus Bekasi memberikan masukan terkait pentingnya standardisasi kompetensi lulusan berbasis teknologi dan komunikasi agar mahasiswa memiliki daya saing tinggi di era digital.
Kepala Kampus UBSI kampus Bekasi, Suhardi, menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan industri.
“Rapat hari ini di Kantor Walikota adalah momentum besar. UBSI kampus Bekasi berkomitmen tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tapi memastikan mereka siap pakai. Dengan keterlibatan kami di TKDV, kami dapat menyelaraskan laboratorium praktik kami di kampus agar serupa dengan standar yang digunakan di perusahaan-perusahaan besar saat ini,” ungkap Suhardi dalam keterangan rilis yang diterima di Bekasi pada Kamis (30/4).
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI, Dr. Anisti, menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan sertifikasi profesi dalam memperkuat pendidikan vokasi.
Baca juga : TKDV Bekasi Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Lulusan Siap Kerja
“Kehadiran seluruh universitas di meja yang sama menunjukkan kekompakan kami. Di UBSI, kami mendorong sertifikasi profesi yang diakui nasional. TKDV akan memperkuat dukungan teknis bagi mahasiswa kami untuk mendapatkan akses magang dan kerja yang lebih luas di jaringan APINDO dan Kadin,” jelas Dr. Anisti.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum tersebut, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan komitmennya sebagai kampus modern yang terus beradaptasi dengan perkembangan industri dan kebijakan pemerintah daerah. Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan mampu menciptakan lulusan yang lebih kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.
Pembentukan TKDV juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri di Kota Bekasi. Dengan adanya koordinasi yang terintegrasi, mahasiswa diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap program magang, sertifikasi profesi, hingga peluang kerja di berbagai sektor industri.
Keterlibatan UBSI kampus Bekasi dalam perumusan kebijakan vokasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada teori pembelajaran, tetapi juga pada pengembangan kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. (Indari)