UBSI Jadi Penggerak Literasi AI, 393 Guru DIY Didorong Kuasai Pembelajaran Digital
BSINews, Yogyakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta sebagai Kampus Digital Kreatif turut mengambil peran dalam penguatan literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi tenaga pendidik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pelatihan yang awalnya menargetkan 400 peserta tersebut diikuti oleh 393 guru dan terbagi ke dalam empat batch pelaksanaan. Batch pertama berlangsung pada 4–5 Mei 2026 dengan 97 peserta, batch kedua pada 7–8 Mei 2026 diikuti 98 peserta, batch ketiga pada 11–12 Mei 2026 dengan 98 peserta, dan batch keempat pada 18–19 Mei 2026 diikuti 100 peserta. Setiap batch dilaksanakan selama dua hari dengan total 16 jam pelajaran.
UBSI Jadi Penggerak Literasi AI, 393 Guru DIY Didorong Kuasai Pembelajaran Digital
Sebanyak 393 guru SMA, SMK, dan SLB di DIY mengikuti Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi: Pemanfaatan Artificial Intelligence dan Media Pembelajaran Digital Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta didukung oleh UBSI kampus Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI untuk memperkuat pembelajaran digital di ruang kelas.
Kepala Bandiklat DIY, Amin Purwani, menekankan bahwa transformasi digital dalam pendidikan harus tetap berpijak pada nilai, etika, dan budaya sebagai fondasi utama proses belajar mengajar. Amin Purwani berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan di sekolah masing-masing dan disebarluaskan kepada tenaga pendidik lainnya.
“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diimplementasikan dan ditularkan agar manfaatnya semakin luas,” ungkap Amin dalam keterangan rilis di Yogyakarta, Jumat (22/5).
Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi, mulai dari kebijakan pengembangan kompetensi guru, etika digital, pengembangan media pembelajaran, pemanfaatan AI dalam produk multimedia, pembuatan konten digital, hingga pengorganisasian pembelajaran berbasis microsite. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan post-test dan sertifikasi peserta sebagai bentuk evaluasi kompetensi.
Dari sisi akademik, UBSI kampus Yogyakarta berperan sebagai mitra strategis dalam penguatan materi pelatihan. Kaprodi Sistem Informasi UBSI kampus Yogyakarta, Anik Andriani, menyampaikan bahwa pemanfaatan AI seharusnya diarahkan untuk memperkuat kreativitas guru dalam menyusun pembelajaran.
“AI bukan pengganti guru, melainkan alat bantu yang dapat menciptakan pembelajaran lebih menarik, efektif, dan sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kampus UBSI kampus Yogyakarta, Sardiarinto, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Baca juga : Dosen UBSI Kampus Yogyakarta Latih Guru DIY Terapkan AI untuk Media Pembelajaran
“Sinergi pemerintah, industri, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, para guru di DIY diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan tetap berlandaskan nilai, etika, serta budaya di tengah perkembangan teknologi kecerdasan artifisial yang semakin pesat. (Alisa)