Dosen UBSI Kampus Purwokerto Raih Hibah Kemdiktisaintek 2026 Lewat Aplikasi Posyandu
BSINews, Purwokerto — Program pemberdayaan masyarakat berbasis aplikasi kesehatan yang diinisiasi dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto berhasil memperoleh pendanaan Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Hibah tersebut diraih Eva Argarini Pratama melalui proposal berjudul “Optimalisasi Digi-Healthy Kader Posyandu Berbasis Aplikasi DiaBeat dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Anak dan Lansia di Desa Sumampir” yang diumumkan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjenrisbang) pada Kamis (9/4).
Hibah Kemdiktisaintek 2026 Dukung Kolaborasi UBSI dan UDINUS Kembangkan Inovasi Kesehatan
Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara UBSI kampus Purwokerto dan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) Semarang sebagai bentuk sinergi lintas perguruan tinggi dalam pengembangan solusi teknologi untuk masyarakat.
Melalui aplikasi DiaBeat, kader relawan Posyandu di Desa Sumampir akan didampingi dalam pemanfaatan teknologi digital untuk membantu pemantauan kesehatan, deteksi dini, serta pencegahan penyakit tidak menular pada anak dan lansia.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UBSI kampus Purwokerto, Ina Maryani, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen dosen UBSI dalam menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat bangga atas keberhasilan Ibu Eva Argarini Pratama yang sukses meraih pendanaan hibah tahun ini. Kolaborasi bersama akademisi UDINUS juga menunjukkan komitmen UBSI dalam membangun jejaring intelektual lintas perguruan tinggi,” ujarnya kepada media di Purwokerto, pada Kamis (9/4).
Menurut Ina, inovasi aplikasi DiaBeat menjadi contoh pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap program ini dapat meningkatkan literasi kesehatan digital kader Posyandu sekaligus menghadirkan layanan pencegahan penyakit yang lebih efektif, terukur, dan mudah diakses masyarakat.(Dina Olivia)