Sering Dihubungi Recruiter Lewat LinkedIn, Muhammad Naufal Aksyal Bagikan Tips agar Profil Dilirik Perusahaan

0 7

BSINews, Jakarta – LinkedIn kini menjadi salah satu platform profesional yang banyak dimanfaatkan perusahaan untuk mencari kandidat potensial.

Melalui profil, pengalaman, sertifikasi, hingga aktivitas yang dibagikan, recruiter dapat menemukan kandidat yang dinilai memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca juga: Bangun Personal Branding di LinkedIn, Strategi Fresh Graduate Menembus Perusahaan Multinasional

Hal tersebut turut dirasakan oleh Muhammad Naufal Aksyal, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bogor, yang mengaku telah beberapa kali menerima tawaran pekerjaan maupun ajakan berdiskusi mengenai peluang karier melalui LinkedIn.

Menurutnya, kesempatan tersebut tidak datang secara instan, melainkan hasil dari konsistensi dalam membangun personal branding dan memperluas jaringan profesional.

“Awalnya saya hanya ingin mendokumentasikan perjalanan belajar, organisasi, sertifikasi, magang, dan berbagai kegiatan yang saya ikuti. Namun seiring waktu, ternyata banyak recruiter dan HR yang mulai menghubungi saya melalui LinkedIn untuk menawarkan peluang kerja maupun berdiskusi mengenai karier,” ujar Naufal.

Berdasarkan pengalamannya, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan mahasiswa agar profil LinkedIn lebih menarik perhatian recruiter.

Pertama, melengkapi profil secara menyeluruh, mulai dari foto profesional, headline yang jelas, deskripsi diri, pengalaman organisasi, magang, sertifikasi, hingga keterampilan yang dimiliki.

Profil yang lengkap akan membantu recruiter memahami kompetensi seseorang dengan lebih mudah. Selain itu, mahasiswa juga dapat aktif membagikan pengalaman yang telah dijalani, seperti proyek, kegiatan organisasi, prestasi, seminar, maupun pengalaman magang.

Menurut Naufal, recruiter tidak hanya melihat CV, tetapi juga dapat memperhatikan bagaimana seseorang berkembang melalui aktivitas yang dibagikan di LinkedIn.

Oleh karena itu, pengalaman yang relevan dapat menjadi nilai tambah sekaligus bagian dari personal branding.

Hal berikutnya yang penting adalah membangun jaringan profesional sejak dini.

Mahasiswa dapat mulai terhubung dengan HR, recruiter, alumni, dosen, maupun praktisi industri. Dengan membangun relasi tersebut, mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai dunia kerja sekaligus memperluas jaringan profesional.

Selain itu, mahasiswa juga perlu menjaga citra profesional dalam setiap interaksi.

Komentar, unggahan, maupun pesan yang ditulis di LinkedIn menjadi bagian dari personal branding sehingga penting untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan, positif, dan profesional.

“Jangan menunggu lulus untuk mulai aktif di LinkedIn. Bangun profil sejak sekarang, dokumentasikan proses belajar, dan terus tingkatkan kompetensi. Ketika kesempatan datang, recruiter sudah bisa melihat rekam jejak yang kita miliki,” tambahnya.

Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bogor, Sugiono, menilai bahwa LinkedIn dapat menjadi salah satu media strategis bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karier sejak masih berada di bangku kuliah.

“Bagi saya Mahasiswa perlu membangun portofolio digital yang menunjukkan kompetensi, pengalaman, dan pencapaian yang dimiliki. LinkedIn menjadi salah satu sarana yang efektif untuk memperluas jejaring profesional sekaligus membuka peluang karier di masa depan,” ungkap Sugiono.

Ia menambahkan, mahasiswa perlu memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi dan membangun rekam jejak melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, seperti organisasi, proyek, sertifikasi, seminar, hingga magang.

Baca juga: LinkedIn: Senjata Rahasia Mahasiswa Menaklukkan Dunia Kerja (Bukan Sekadar CV Online!)

Melalui pengalaman tersebut, Muhammad Naufal Aksyal berharap semakin banyak mahasiswa yang memanfaatkan LinkedIn bukan hanya sebagai media sosial profesional, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, membangun relasi, serta menunjukkan kompetensi yang dimiliki.

Dengan konsistensi dalam membangun profil, memperluas jaringan, mendokumentasikan pengalaman, dan meningkatkan kompetensi, mahasiswa dapat mempersiapkan personal branding sejak dini.

Hal tersebut menjadi langkah penting untuk membuka lebih banyak peluang karier dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.