AI dan Kesehatan Mental Jadi Sorotan, BSI Digination Hadirkan Wawasan Baru bagi Guru BK
BSINews, Depok — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Di tengah transformasi digital yang terus berlangsung, peran guru Bimbingan Konseling (BK) dinilai semakin penting dalam membantu siswa memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengabaikan kesehatan mental.
Hal tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan BSI Digination #MenangSebelumLulus bertajuk “AI and Mental Health: When Technology Meets Human Care” yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Margonda di Hotel Santika Depok pada Selasa (26/5). Seminar ini diikuti ratusan guru BK tingkat SMK/SMA sederajat yang tergabung dalam MGBK Depok, Bogor, dan Jakarta Selatan.
Peran Guru BK Tetap Penting di Tengah Perkembangan AI
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber dari bidang teknologi, psikologi, dan pengembangan diri, yakni Rian Septian Anwar selaku Partner of DICO, Salma Ghina Sakinah Safari dari Postinc Media, serta motivator nasional Ir. Maureen Pomsar Lumban Toruan.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Kampus UBSI kampus Margonda, Taat Kuspriyono, yang memaparkan program Beasiswa Indonesia Cerdas.
Sementara itu, Dekan Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI, Dr. Anisti, menyoroti pentingnya peran guru BK dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Baca juga: 20 Kampus Terbaik di Jakarta 2026 Versi uniRank, Ini Daftarnya
“Penggunaan AI juga menimbulkan tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental siswa. Karena itu, mereka tetap membutuhkan peran guru bimbingan konseling. Pelajar perlu dibekali literasi digital dan literasi AI yang kuat agar memahami cara kerja teknologi, batasannya, serta penggunaan yang bijak,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal MGBK Indonesia, Karyadi, menilai teknologi AI dapat menjadi sarana pendukung yang bermanfaat apabila digunakan secara tepat.
“AI dapat mendukung kesehatan mental. Seminar seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan menularkan energi positif kepada para siswa melalui para guru BK,” katanya.
Memahami Peluang AI di Dunia Pendidikan
Dalam sesi materi, Rian Septian Anwar menjelaskan bahwa AI kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan membuka banyak peluang baru, termasuk dalam dunia kerja dan pendidikan.
Ia mengajak para peserta untuk melihat AI bukan hanya sebagai teknologi masa depan, tetapi sebagai alat yang sudah hadir dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas serta kreativitas generasi muda.
Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap teknologi akan membantu siswa lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Menjaga Keseimbangan Teknologi dan Kesehatan Mental
Selain membahas perkembangan AI, seminar ini juga mengangkat isu kesehatan mental yang semakin relevan di era digital. Salma Ghina Sakinah Safari menyoroti dampak penggunaan teknologi terhadap pola pikir, perilaku, dan kondisi psikologis seseorang.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi, menjaga kesehatan mental, serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Baca juga: Kuliah Sambil Raup Cuan! Mahasiswa UBSI Sukses Kembangkan Bisnis Budidaya Ikan Nila
Melengkapi sesi seminar, Maureen Pomsar Lumban Toruan memberikan motivasi kepada para peserta agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia mengajak para guru BK untuk terus menjadi pendamping yang mampu membantu siswa menghadapi perubahan zaman dengan mental yang tangguh dan pola pikir yang positif.
Dorong Literasi AI yang Bertanggung Jawab
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong lahirnya generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki kecerdasan emosional yang baik. Melalui kegiatan BSI Digination #MenangSebelumLulus, peserta diajak memahami bahwa kemajuan teknologi dan kesehatan mental bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan.
Dengan bekal literasi digital, literasi AI, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, diharapkan para guru BK dapat menjadi jembatan bagi siswa dalam menghadapi tantangan era digital secara lebih bijak dan bertanggung jawab.(Siti Hafizah)