Mahasiswa UBSI Berikan Edukasi Pentingnya Literasi Digital Pada Siswa SMK Paramitha
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMK Paramitha Jakarta, pada Selasa (26/5). Mengusung tema “Gotong Royong Digital: Saring Sebelum Sharing”, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang menghadirkan berbagai kemudahan sekaligus tantangan bagi generasi muda. Beragam persoalan seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, hingga kurangnya kesadaran dalam menjaga privasi data pribadi menjadi perhatian utama dalam program edukasi ini.
Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bantu Pokdakan Sebarkan Informasi Digital
Program PKM dilaksanakan oleh Kelompok 4 yang terdiri dari Shalom Mita Syamah Rianto Nababan, Bayu Tri Admojo, Idrus Akbar, M. Fathurahman Alwi, Budi Sulistiyo, Rafah El Febrian Heryadi, Nopi Kurniawan Zega, Karlina Putri Jelita Baene, dan Finna Pratiwi Hutapea. Mereka memberikan pembekalan kepada siswa mengenai pentingnya memahami dan memanfaatkan teknologi digital secara positif.
Shalom, selaku Ketua Pelaksana menuturkan, kegiatan ini memiliki makna tersendiri karena Ketua Pelaksana, Shalom Mita Syamah Rianto Nababan, merupakan alumni SMK Paramitha Jakarta lulusan 2025 dari Program Keahlian Multimedia. Melalui kegiatan tersebut, ia bersama tim berupaya memberikan kontribusi nyata kepada sekolah yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu.
“Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan materi tentang literasi digital, cara mengenali dan memverifikasi informasi, etika bermedia sosial, jejak digital, cyberbullying, serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan pengalaman sehari-hari para siswa,” katanya, dalam keterangan rilis, Rabu (27/5).
Sementara itu, untuk meningkatkan keterlibatan peserta, pihak panitia juga menghadirkan sesi tanya jawab dan games kuis berhadiah. Kegiatan ini tidak hanya menguji pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan.
Sebagai bentuk implementasi pembelajaran, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membuat poster digital bertema “Gotong Royong Digital: Saring Sebelum Sharing”. Melalui karya tersebut, siswa diajak menyampaikan pesan positif mengenai penggunaan media digital yang bijak dan bertanggung jawab.
Poster hasil karya siswa kemudian dipublikasikan melalui media sosial sebagai bagian dari kampanye literasi digital. Langkah ini diharapkan dapat memperluas penyebaran pesan edukatif sekaligus mendorong siswa untuk menjadi pelaku aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu siswa menjadi lebih kritis dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, serta mampu memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” ujar Shalom.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dapat meningkatkan kesadaran digital di lingkungan sekolah sekaligus membentuk generasi muda yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Dengan bekal literasi digital yang baik, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan yang turut menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan positif bagi masyarakat,” tutupnya.