Bank Indonesia Kembali Libatkan Dosen UBSI Kampus Pontianak dalam Onboarding UMKM
BSINews, Pontianak — Yoki Firmansyah, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif kembali dipercaya oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat sebagai narasumber dalam kegiatan Onboarding UMKM yang digelar di Aula Bank Indonesia, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Jumat (24/7).
Kegiatan itu diikuti puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi transformasi digital sekaligus meningkatkan daya saing di era ekonomi digital.
Pada kesempatan tersebut, Yoki membawakan materi mengenai pembuatan landing page dan optimalisasi Google Business Profile sebagai strategi pemasaran digital yang mudah diterapkan oleh pelaku usaha. Peserta mendapatkan pendampingan mulai dari penyusunan halaman promosi digital hingga mengoptimalkan profil bisnis agar lebih mudah ditemukan melalui Google Search dan Google Maps.
Dosen UBSI Kampus Pontianak Kembali Dipercaya Bank Indonesia Jadi Narasumber Onboarding UMKM

Menurut Yoki, kehadiran digital menjadi kebutuhan yang tidak lagi bisa diabaikan oleh pelaku usaha. Melalui landing page, UMKM dapat menyajikan informasi produk dan layanan secara lebih terstruktur serta menghubungkannya dengan berbagai saluran komunikasi, seperti WhatsApp, media sosial, maupun katalog digital.
“Saat ini konsumen cenderung mencari informasi melalui internet sebelum memutuskan membeli suatu produk atau menggunakan layanan. Karena itu, UMKM perlu memiliki identitas digital yang profesional. Landing page dan Google Business Profile merupakan langkah sederhana, tetapi mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperluas peluang penjualan,” ujar Yoki dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).
Ia menambahkan, proses digitalisasi tidak selalu membutuhkan investasi yang besar. Beragam platform gratis maupun berbiaya terjangkau sudah dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk membangun ekosistem pemasaran digital yang efektif.
“Yang terpenting bukan seberapa mahal teknologi yang digunakan, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu memanfaatkannya secara konsisten untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan membangun hubungan dengan pelanggan,” katanya.
Kepercayaan yang kembali diberikan Bank Indonesia kepada Yoki menunjukkan konsistensinya dalam mendukung peningkatan literasi digital pelaku UMKM di Kalimantan Barat. Sebelumnya, ia juga beberapa kali terlibat sebagai narasumber dalam berbagai program pendampingan dan onboarding UMKM yang diselenggarakan Bank Indonesia dengan fokus pada penguatan pemasaran digital dan pemanfaatan teknologi.
Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengadopsi teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.