Prodi Perhotelan UBSI Hadirkan Akademisi Malaysia Bahas Industri Kreatif Global

0 7

BSINews, Bekasi – Program Studi (Prodi) Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar Stadium General bertajuk “Trend and Creativity Industry” di Wisma BSI, Kaliabang, Bekasi, pada Selasa (2/6). Kegiatan ini menghadirkan akademisi internasional untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan industri kreatif yang semakin memengaruhi sektor hospitality dan pariwisata.

Narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Shaik Azahar Shaik Hussain dari Faculty of Applied and Creative Arts, University of Malaysia Sarawak (UNIMAS), Malaysia. Kehadiran akademisi asal Malaysia itu menjadi bagian dari upaya UBSI memperluas perspektif global mahasiswa terhadap dinamika industri yang terus berkembang.

Baca juga: Jejak Dosen UBSI Menggali Pesona Benteng Vredeburg untuk Pembelajaran Pariwisata Modern

Dalam pemaparannya, Prof. Shaik membawakan materi berjudul “Tourism and Orange Industry: Malaysia vs Japan Market Comparison“. Ia menjelaskan bagaimana kreativitas, budaya, dan inovasi dapat menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan hospitality.

Menurut Prof. Shaik, keberhasilan destinasi wisata saat ini tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan pengalaman yang unik dan bernilai bagi wisatawan.

“Budaya, kreativitas, dan identitas lokal merupakan aset yang sangat penting dalam membangun daya tarik destinasi wisata. Ketika unsur-unsur tersebut dikembangkan secara inovatif, maka akan tercipta nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing di pasar global,” ujar Prof. Shaik dalam pemaparannya.

Melalui perbandingan pasar Malaysia dan Jepang, peserta diajak memahami bagaimana kedua negara memanfaatkan potensi budaya dan industri kreatif untuk memperkuat sektor pariwisata. Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai strategi yang dapat diterapkan dalam membangun destinasi wisata yang kompetitif sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui sektor kreatif.

Selain membahas strategi pengembangan destinasi, materi yang disampaikan juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri hospitality di tengah perubahan tren global. Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya ekspektasi wisatawan terhadap layanan yang kreatif, personal, dan berkelanjutan menjadi perhatian utama dalam diskusi tersebut.

Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Staf Program Studi Pariwisata UBSI, Nova Yudha, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai hubungan erat antara industri kreatif dan sektor hospitality.

“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa industri perhotelan saat ini tidak hanya berbicara tentang pelayanan, tetapi juga tentang kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca tren global. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat belajar langsung dari akademisi internasional yang memiliki pengalaman dan perspektif yang luas mengenai perkembangan industri kreatif di berbagai negara,” kata Nova.

Baca juga: Perkuat Mutu Akademik, Prodi Perhotelan Matangkan Persiapan Akreditasi

Ia menambahkan, pembelajaran yang melibatkan narasumber internasional menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga wawasan global dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri yang sangat dinamis. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk berkarier di sektor hospitality maupun pariwisata di masa depan,” lanjutnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai peluang serta tantangan industri kreatif yang dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis hospitality.

Leave A Reply

Your email address will not be published.