Jejak Dosen UBSI Menggali Pesona Benteng Vredeburg untuk Pembelajaran Pariwisata Modern

0 22

BSINews, Yogyakarta — Yogyakarta selalu menjadi destinasi yang punya daya tarik kuat bagi wisatawan pencinta sejarah dan budaya. Di kawasan Malioboro, berdiri Benteng Vredeburg yang hingga kini tetap menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kota Gudeg.

Benteng peninggalan sejarah tersebut kini tidak hanya dikenal sebagai bangunan tua, tetapi juga berkembang menjadi museum edukatif yang menghadirkan berbagai diorama perjuangan bangsa dengan konsep yang menarik dan mudah dipahami pengunjung. Perpaduan antara nilai sejarah, edukasi, dan pengalaman wisata membuat Benteng Vredeburg menjadi salah satu destinasi yang relevan dengan perkembangan pariwisata modern saat ini.

Menyingkap Pesona Benteng Vredeburg Lewat Pariwisata Modern

Sebagai bagian dari pengembangan wawasan di bidang pariwisata, dosen Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Yulianto, melakukan kunjungan langsung ke Benteng Vredeburg untuk mengamati potensi wisata budaya dan sejarah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran mahasiswa, khususnya di bidang perhotelan dan pariwisata.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, agar mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu melihat langsung bagaimana destinasi wisata sejarah dikelola dan dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang menarik.

Benteng Vredeburg dinilai memiliki konsep wisata edukatif yang kuat melalui penyajian diorama sejarah, informasi interaktif, serta suasana bangunan yang masih terjaga dengan baik. Pengalaman wisata yang ditawarkan mampu membawa pengunjung memahami perjalanan sejarah bangsa secara lebih dekat dan menarik.

Baca juga : Dibayar untuk Jalan-Jalan? Ini Alasan Banyak Anak Muda Pilih Prodi Pariwisata

Tingginya minat wisatawan terhadap Benteng Vredeburg juga menjadi bukti bahwa wisata sejarah masih memiliki tempat tersendiri di tengah perkembangan industri pariwisata modern. Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, destinasi ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga wisatawan mancanegara.

Melalui observasi lapangan seperti ini, wawasan mengenai wisata budaya dan sejarah diharapkan dapat menjadi bekal penting dalam pengembangan materi pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik lapangan, sehingga mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai potensi wisata Indonesia sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah bangsa.

Oleh : Yulianto, Dosen Prodi Pariwisata UBSI Kampus Yogyakarta 

Leave A Reply

Your email address will not be published.