Mahasiswa UBSI Edukasi Zakat dan Kepedulian Sosial di SDN Kenari 01

0 13

BSINews, Jakarta – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Belajar Zakat, Belajar Peduli” di SDN Kenari 01, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6). Kegiatan ini menyasar siswa kelas 5 sekolah dasar dengan tujuan untuk memperkuat pemahaman tentang zakat sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.

Program tersebut dilaksanakan oleh Tim 4 PKM UBSI kampus Kramat 98 yang dipimpin Alliyah Zahra Putri bersama Azzahra Fitria, Muhammad Fauzan Al Faruq, Alwi Riski Sisokhi, dan Najla Yusuf Adzani. Kegiatan ini lahir dari hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai zakat masih terbatas pada konsep dasar, sementara praktik berbagi dan kepedulian sosial belum sepenuhnya menjadi kebiasaan sehari-hari.

Baca juga: Dosen UBSI Kampus Pontianak Gelar Pengabdian Masyarakat, Perkuat Pemahaman Guru SMK Al-Madani tentang Okupasi Informatika

Menurut Alliyah, zakat tidak hanya perlu dipahami sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai sarana membangun solidaritas sosial. Karena itu, materi disusun agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

“Kami ingin siswa memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban yang dilakukan setahun sekali. Lebih dari itu, zakat mengajarkan nilai kepedulian, empati, dan semangat berbagi kepada sesama yang membutuhkan,” ujar Alliyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/6).

Dalam pelaksanaannya, mereka menyampaikan materi menggunakan presentasi PowerPoint yang dipadukan dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan simulasi sederhana perhitungan zakat. Metode tersebut dipilih agar siswa dapat memahami konsep zakat secara lebih konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Alliyah menjelaskan bahwa pendekatan praktis menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Melalui simulasi, siswa diajak mengenali manfaat zakat sekaligus memahami siapa saja yang berhak menerima bantuan.

“Kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan. Ketika siswa terlibat langsung dalam diskusi dan simulasi, mereka lebih mudah memahami makna berbagi serta pentingnya membantu sesama,” katanya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti simulasi, serta berdiskusi mengenai berbagai bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Lokasi SDN Kenari 01 yang berada di Jakarta Pusat dan dekat dengan UBSI kampus Kramat 98 turut mendukung kelancaran pelaksanaan program. Kedekatan lokasi memudahkan koordinasi antara tim mahasiswa dan pihak sekolah selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bantu Pokdakan Sebarkan Informasi Digital

Melalui program ini, mahasiswa berharap literasi zakat di kalangan pelajar dapat semakin meningkat. Selain memahami aspek keagamaan, siswa juga diharapkan mampu menumbuhkan karakter peduli, empati, dan semangat berbagi sejak usia dini.

“Harapan kami, nilai-nilai yang dipelajari hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian sosial perlu dibangun sejak kecil agar tumbuh menjadi kebiasaan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” tutur Alliyah.

Kegiatan Belajar Zakat, Belajar Peduli menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara kampus dan sekolah, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap dapat terus menghadirkan program edukatif yang mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, peduli sesama, dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.