Dosen UBSI Kampus Pontianak Gelar Pengabdian Masyarakat, Perkuat Pemahaman Guru SMK Al-Madani tentang Okupasi Informatika
BSINews, Pontianak — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasional melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar di SMK Al-Madani Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Peningkatan Pemahaman Pendidik tentang Okupasi Bidang Informatika dan Komputer sebagai Acuan Pembelajaran Vokasional di SMK Al-Madani Pontianak”.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman para guru mengenai peta okupasi di bidang informatika dan komputer yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini. Melalui kegiatan ini, para pendidik diberikan wawasan terkait jenis pekerjaan di bidang teknologi informasi, kompetensi yang dibutuhkan industri, hingga strategi mengintegrasikan peta okupasi ke dalam pembelajaran vokasional.
Guru SMK Al-Madani Antusias Ikut Pembahasan Okupasi Informatika
Ketua tim pengabdi dari Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Pontianak, Agung Sasongko, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu tenaga pendidik menghadapi perubahan industri yang berkembang sangat cepat. Menurutnya, guru SMK perlu memiliki pemahaman yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja agar proses pembelajaran menjadi lebih adaptif dan relevan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian civitas akademika UBSI terhadap kesiapan tenaga pendidik vokasional dalam menghadapi tantangan industri yang terus berubah,” ujar Agung Sasongko.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMK Al-Madani Pontianak, Hamid Darmadi, mengapresiasi inisiatif UBSI Pontianak yang dinilai mampu membantu para guru memahami perkembangan okupasi di bidang teknologi informasi.
“Selama ini para guru di SMK Al-Madani telah berupaya keras mengikuti perkembangan kebutuhan industri, namun keterbatasan akses terhadap referensi peta okupasi yang terstandar menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kurikulum vokasional,” kata Hamid Darmadi.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru aktif berbagi pengalaman terkait tantangan dalam menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan industri saat ini.
Baca juga : Dosen UBSI Gelar Pelatihan AI untuk Tingkatkan Literasi Digital Warga Cikoko
Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UBSI Pontianak serta jajaran program studi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan ini, UBSI Pontianak kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan, khususnya sekolah menengah kejuruan, guna menciptakan ekosistem pendidikan vokasional yang adaptif dan berdaya saing di era digital.