UBSI Latih Pemuda Karang Taruna Tangkal Hoaks Digital

0 17

BSINews, Jakarta – Dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif akan menggelar Pelatihan Literasi Digital dalam Identifikasi dan Verifikasi Informasi Hoaks bagi Pemuda Karang Taruna RW 04 Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan, pada Minggu (14/6). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan ini, merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari dosen UBSI.

Program tersebut diselenggarakan dengan bekerja sama dengan Karang Taruna RW 04 Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pelatihan ini sebagai respons terhadap tingginya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan memilah dan memverifikasi informasi yang beredar di ruang digital.

Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bantu Pokdakan Sebarkan Informasi Digital

Ketua pelaksana kegiatan, Khairul Rizal, mengatakan perkembangan teknologi informasi memang memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi. Namun, kemudahan tersebut juga membuka peluang semakin cepatnya penyebaran informasi palsu atau hoaks.

“Literasi digital menjadi keterampilan yang sangat penting di era digital saat ini. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis agar mampu mengidentifikasi informasi yang valid, melakukan verifikasi fakta, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Rizal, dalam keterangan rilis, Minggu (14/6).

Ia menambahkan bahwa hoaks tidak hanya menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga dapat memicu keresahan sosial hingga konflik di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam beraktivitas di dunia digital.

Pelatihan ini akan diikuti sekitar 40 anggota Karang Taruna RW 04 yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda. Peserta akan mendapatkan materi mengenai literasi digital, karakteristik dan jenis hoaks, dampak penyebaran informasi palsu, etika bermedia sosial, teknik verifikasi informasi, hingga penggunaan platform pengecekan fakta digital.

Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, tim pelaksana menerapkan metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi kasus, praktik langsung, dan evaluasi. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan verifikasi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, peserta tidak hanya menjadi pengguna media digital yang cerdas, tetapi juga dapat berperan sebagai agen literasi digital di lingkungannya. Dengan begitu, upaya pencegahan penyebaran hoaks dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan,” jelas Rizal.

Baca juga: Dosen UBSI Kampus Pontianak Gelar Pengabdian Masyarakat, Perkuat Pemahaman Guru SMK Al-Madani tentang Okupasi Informatika

Selain mengikuti pelatihan, peserta juga akan memperoleh modul literasi digital sebagai bahan pembelajaran lanjutan. Kegiatan ini menargetkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, penyusunan modul pelatihan, publikasi kegiatan di media nasional, serta diseminasi hasil program kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan, UBSI sebagai dapat mendorong lahirnya generasi muda yang lebih kritis, adaptif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat, aman, dan terpercaya di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.