BSINews, Solo – Tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo mempresentasikan inovasi bertajuk “Fresh Tech” pada Seminar Nasional Inovasi Teknologi dan Informatika (INOVATIF) 2026, Kamis (9/4). Meski kegiatan berlangsung di BSI Convention Center, Bekasi, ketiganya mengikuti sesi presentasi secara virtual melalui Zoom karena keterbatasan jarak.
Inovasi Fresh Tech UBSI Kampus Solo Raih HKI dan Tampil di INOVATIF 2026
Seminar Nasional INOVATIF 2026 merupakan forum ilmiah yang diselenggarakan UBSI sebagai wadah bagi mahasiswa dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian maupun inovasi. Pada kesempatan tersebut, tim mahasiswa UBSI kampus Solo memperkenalkan Fresh Tech sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Fresh Tech merupakan platform manajemen persampahan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan untuk membantu masyarakat dan pemerintah memantau layanan persampahan secara lebih efektif. Inovasi ini lahir dari kepedulian tim terhadap persoalan pengangkutan sampah, tumpukan sampah liar, serta layanan pelaporan masyarakat yang dinilai belum optimal.
Karya tersebut juga telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa sejak di bangku kuliah.
Muhammad Fahrel Yuliyanto selaku Mahasiswa UBSI kampus Solo menjelaskan bahwa Fresh Tech dirancang untuk menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, teknologi seharusnya mampu menjawab persoalan yang dihadapi di lingkungan sekitar.
“Kami ingin masalah nyata di sekitar kami punya solusi nyata,” ucap Fahrel kepada media di Solo, pada Jumat (10/4).
Fahrel menambahkan, pengembangan aplikasi dilakukan melalui pembagian tugas yang jelas di dalam tim. Ia berperan sebagai fullstack developer, sementara Muhammad Rizky Nurrohman bertanggung jawab pada analisis kebutuhan sistem dan alur data. Adapun Shalsa Fitri Rahmadani mengembangkan antarmuka pengguna sekaligus melakukan pengujian aplikasi kepada masyarakat.
Fresh Tech memiliki tiga fitur utama. Fitur Live Radar Operasional memungkinkan masyarakat memantau posisi armada pengangkut sampah secara real-time. Sementara Papan Transparansi E-Lapor memudahkan warga menyampaikan laporan yang dapat dipantau status penanganannya secara terbuka.
Baca juga: UBSI Kampus Solo Hadir di CFD Slamet Riyadi, Buka Peluang Beasiswa hingga 100 Persen
Selain itu, tersedia fitur Fresh Tech AI yang berfungsi sebagai asisten virtual selama 24 jam. Fitur ini membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai pengelolaan sampah, mulai dari cara memilah sampah hingga jadwal pengangkutan di wilayah tertentu.
Rizky mengatakan transparansi data menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan lingkungan berbasis teknologi. Menurutnya, data yang terbuka dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.
“Investor membutuhkan bukti, bukan janji. Platform ini dapat menjadi salah satu bentuk transparansi tersebut,” ujarnya.
Pengembangan Fresh Tech dilakukan di bawah bimbingan Maria Atik Sunarti Ekowati. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Melalui partisipasi pada Seminar Nasional INOVATIF 2026, ketiga mahasiswa berharap Fresh Tech dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas. Mereka juga berharap inovasi tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung pengelolaan persampahan yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.(Dina Olivia)