BSI Digination 2026: UBSI Berikan Penghargaan untuk Penggerak Literasi Public Speaking
BSINews, Bekasi – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), kemampuan komunikasi dan public speaking semakin menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan generasi muda. Menyadari hal tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang memberikan penghargaan kepada para pegiat literasi public speaking sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mencerdaskan masyarakat melalui edukasi komunikasi yang efektif.
Dorong Generasi Muda Melek Komunikasi, UBSI Beri Penghargaan Pegiat Public Speaking
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian acara BSI Digination 2026 yang berlangsung di Aula UBSI kampus Kaliabang, Bekasi, pada Sabtu (23/5). Kegiatan ini menjadi salah satu momen istimewa dalam seminar teknologi dan komunikasi yang menghadirkan para praktisi berpengalaman dari dunia kreatif dan teknologi nasional.
Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, Suhardi, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap individu maupun komunitas yang secara konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kemampuan berbicara di depan umum. Menurutnya, public speaking saat ini bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan bagian penting dari literasi digital yang harus dimiliki oleh generasi muda.
“Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengomunikasikan gagasan secara efektif kepada masyarakat. Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi para pegiat literasi untuk terus menginspirasi generasi muda,” ujar Suhardi dalam keterangan rilis yang diterima di Bekasi pada Senin (25/5).
Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI tidak dapat menggantikan sentuhan manusia dalam komunikasi. Empati, etika, intonasi, dan kemampuan membangun hubungan dengan audiens tetap menjadi nilai utama yang hanya dapat diasah melalui keterampilan komunikasi yang baik.
Rangkaian acara BSI Digination 2026 turut menghadirkan David Rizal, presenter dan host nasional, yang membawakan materi mengenai teknik berbicara di depan umum, pengelolaan rasa percaya diri, serta etika komunikasi di era digital. David menjelaskan bahwa media sosial telah membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi komunikator publik, sehingga kemampuan public speaking menjadi kompetensi yang semakin relevan bagi generasi muda.
Sementara itu, praktisi Artificial Intelligence, Verry Rianto, menjelaskan bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses komunikasi, mulai dari menyusun materi presentasi hingga mencari referensi yang relevan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanya berperan sebagai alat bantu, sedangkan keberhasilan komunikasi tetap ditentukan oleh kemampuan manusia dalam menyampaikan pesan dengan tepat kepada audiens.
Baca juga : Public Speaking Jadi Sorotan, UBSI Kampus Kaliabang Berikan Penghargaan Khusus di BSI Digination 2026
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Salah satunya datang dari Rania, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Mutiara Baru, yang mengaku termotivasi setelah menyaksikan langsung pemberian penghargaan kepada para pegiat literasi public speaking.
“Melihat penghargaan ini membuat saya sadar bahwa kemampuan berbicara di depan umum sangat penting. Materi dari para narasumber juga membuat saya semakin tertarik untuk belajar komunikasi,” ungkapnya.
Melalui Program Studi Ilmu Komunikasi, UBSI kampus Kaliabang terus berupaya mencetak generasi yang tidak hanya menguasai teknologi digital, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang unggul. Berbagai kompetensi seperti broadcasting, public relations, digital media, hingga content creation menjadi fokus pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Bagi generasi muda yang tertarik mengembangkan kemampuan komunikasi dan ingin berkarier di industri kreatif maupun media digital, Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI kampus Kaliabang dapat menjadi pilihan untuk mengasah keterampilan profesional sejak bangku kuliah. Dengan pemberian penghargaan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan komunikasi yang menjadi kunci kesuksesan generasi muda di masa depan. (Indari)