Optimalkan IFP Hisense, Dosen UBSI Gelar Pelatihan Pembelajaran Digital Interaktif bagi Guru SLB Negeri Rasau Jaya
BSINews, Pontianak — Dalam upaya mendorong transformasi digital yang inklusif di dunia pendidikan, tim Pengabdian Masyarakat (PM) dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif sukses menyelenggarakan pelatihan terstruktur bagi para pendidik di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pelatihan ini difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) model Hisense 75WM61FE guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif bagi anak berkebutuhan khusus pada, Sabtu (13/6).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan sejumlah dosen UBSI, yakni Panny Agustia, Riski Annisa, Anna, dan Wahyu Nugraha. Dalam pelaksanaannya, tim dosen juga didukung oleh beberapa mahasiswa yang turut berperan aktif membantu proses pendampingan, koordinasi kegiatan, serta praktik penggunaan teknologi kepada para peserta pelatihan.
Sebagai sekolah luar biasa yang dinamis, SLB Negeri Rasau Jaya sebenarnya telah memiliki fasilitas teknologi mutakhir berupa IFP Hisense 75WM61FE. Namun, berdasarkan hasil observasi awal tim UBSI, pemanfaatan perangkat all-in-one tersebut belum berjalan secara maksimal. Mayoritas guru masih menganggap perangkat canggih itu sebatas Smart TV berukuran besar atau sekadar pengganti proyektor statis satu arah.
Guru SLB Negeri Rasau Jaya Dibekali Keterampilan Pembelajaran Digital Berbasis IFP Hisense
Melihat tantangan tersebut, dosen-dosen UBSI mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan bimbingan teknis secara intensif. Padahal, perangkat IFP bukan hanya berfungsi sebagai alat penampil gambar, melainkan sebuah sistem terintegrasi yang menggabungkan fungsi papan tulis digital, media presentasi nirkabel, alat kolaborasi multi-sentuh, hingga sarana video conference.
Panny Agustia selaku Ketua pelaksana mengungkapkan bahwa teknologi layar sentuh interaktif ini memiliki potensi yang sangat besar apabila dioptimalkan untuk pendidikan khusus.
“Referensi ilmiah menunjukkan bahwa metode tactile learning (belajar berbasis sentuhan) dan stimulan visual yang kaya sangat efektif dalam meningkatkan atensi serta pemahaman kognitif anak dengan hambatan kecerdasan maupun sensorik. Pengalaman multisensori ini membuat materi pelajaran yang abstrak menjadi jauh lebih konkret bagi siswa,” ujarnya.
Melalui pelatihan berdurasi efektif ini, para guru dibekali keterampilan teknis mulai dari pengoperasian sistem operasi dasar IFP, pemanfaatan fitur kolaborasi multi-sentuh, hingga strategi merancang konten ajar yang interaktif. Langkah tersebut dinilai esensial untuk menjembatani transisi media ajar konvensional yang statis menuju media pembelajaran digital yang dinamis dan partisipatif.
Baca juga : UBSI Gelar Pelatihan AI untuk Ide Bisnis dan Pemasaran Digital bagi Remaja Karang Taruna Tegal Parang
Kepala Sekolah SLB Negeri Rasau Jaya menyambut baik sekaligus mengapresiasi kontribusi nyata dari Universitas Bina Sarana Informatika.
“Pelatihan dari tim UBSI ini membuka wawasan baru bagi kami. Fasilitas yang selama ini dirasa rumit kini mulai bisa kami eksplorasi fiturnya untuk membantu anak-anak didik kami belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Melalui sinergi antara akademisi dan institusi pendidikan luar biasa ini, UBSI berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program digitalisasi sekolah. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi digital para guru, tetapi juga mampu meruntuhkan kesenjangan teknologi serta mewujudkan ruang kelas yang ramah, adaptif, dan inklusif bagi seluruh siswa di SLB Negeri Rasau Jaya.