Lawan Hoaks dari Rumah! UBSI Edukasi Perempuan Kalbar Jadi Garda Literasi Digital
BSINews, Pontianak – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa UBSI menggelar kegiatan bertajuk “Generasi Anti Hoax: Perempuan Cerdas, Tabayoun Sampai Tuntas” yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Minggu (14/6).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya perempuan, dalam menyaring informasi serta mencegah penyebaran hoaks di era digital.
UBSI Edukasi Perempuan Kalbar Jadi Garda Literasi Digital
Program dipimpin oleh Windi Irmayani selaku ketua pelaksana, bersama tim dosen yang terdiri dari Nurfia Oktaviani Syamsiah, Ardiyansyah dan Mia Rosmawati. Sebanyak 37 peserta yang merupakan pengurus SALIMAH Wilayah dan Daerah se-Kalimantan Barat serta majelis taklim binaan SALIMAH mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Menurut Windi Irmayani, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini karena perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi digital di lingkungan keluarga.
“Kami ingin mengajak perempuan untuk lebih kritis dalam menerima informasi. Prinsip tabayun atau memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya adalah kunci utama menjadi generasi anti hoaks. Perempuan yang cerdas akan menciptakan keluarga yang sehat secara digital,” ujarnya dalam rilis yang diterima, pada Senin (15/6).
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai cara mengenali informasi palsu, memahami teknik verifikasi berita, hingga memanfaatkan berbagai platform dan fitur cek fakta yang tersedia secara digital.
Tidak hanya dosen, mahasiswa UBSI juga terlibat aktif sebagai fasilitator teknis. Tiga mahasiswa lintas program studi (prodi) yang berpartisipasi adalah Fahmi dari prodi Sistem Informasi, Khairunnisa dari prodi Sistem Informasi Akuntansi dan Muhammad Nauval Amri dari prodi Informatika.
Fahmi mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mendampingi peserta dalam sesi praktik literasi digital.
“Ini pengalaman yang luar biasa bagi kami. Ternyata antusiasme ibu-ibu dalam memahami dunia digital sangat tinggi. Kami merasa bangga bisa membantu membagikan pengetahuan praktis mengenai cara mengenali ciri-ciri berita bohong melalui aplikasi atau fitur cek fakta yang ada di perangkat mereka,” katanya.
Sementara itu, salah satu peserta bernama Indha menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digelar oleh UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Ia menilai edukasi literasi digital sangat dibutuhkan oleh organisasi perempuan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami di SALIMAH. Kami jadi lebih paham bahwa tidak semua informasi yang masuk ke grup WhatsApp harus langsung diteruskan. Sesuai tema, kami diajarkan untuk cerdas dan melakukan tabayun sampai tuntas agar tidak termakan fitnah atau hoaks yang merugikan orang banyak,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan organisasi masyarakat ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Dengan semakin banyak perempuan yang memahami pentingnya verifikasi informasi, diharapkan tercipta lingkungan digital yang lebih sehat, aman, dan bebas dari penyebaran hoaks, khususnya di Kalimantan Barat.