Mahasiswa UBSI Edukasi Toleransi Beragama di SMK Walisongo 2
BSINews, Depok – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Satu Langit Banyak Cara Berdoa” di SMK Walisongo 2 Depok, Minggu (3/5). Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi sekolah tersebut sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang toleransi beragama, sikap saling menghormati, dan kerukunan sosial.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa. Di sisi lain, perbedaan yang ada juga perlu disertai sikap toleransi agar tidak memicu konflik di lingkungan masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Baru UBSI Kampus BSD Wajib Melek AI! Creator Digital Rega Giovano Siap Bongkar Rahasianya
Pelatihan dikemas dalam bentuk pemaparan materi interaktif dan diskusi dua arah. Para mahasiswa UBSI mengajak peserta memahami berbagai dinamika sosiologi komunikasi melalui studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada empati dan dialog. Peserta diajak berdiskusi untuk mencari solusi damai terhadap berbagai potensi konflik sosial, sehingga nilai toleransi tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa aktif berbagi pengalaman saat berinteraksi dengan teman yang memiliki latar belakang agama maupun budaya yang berbeda.
Dabi Roup selaku Ketua Pelaksana PKM mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan PKM ini, kami berharap ilmu yang telah kami pelajari di bangku kuliah dapat memberikan dampak nyata dan solusi bagi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya para siswa/siswi. Antusiasme peserta hari ini sangat luar biasa dan memotivasi kami untuk terus berkontribusi,” kata Dabi.
Ia menambahkan, komunikasi antarpersonal yang dilandasi rasa saling menghormati menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis. Karena itu, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perdamaian yang dapat mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan saling menghargai.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga menekankan pentingnya peran media dan interaksi sosial sebagai sarana kontrol sosial. Para peserta diajak untuk lebih bijak dalam bersikap, baik saat berinteraksi secara langsung maupun di ruang digital.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak SMK Walisongo 2 Depok. Pihak sekolah menilai kehadiran mahasiswa UBSI memberikan tambahan wawasan yang bermanfaat bagi siswa dalam memahami nilai-nilai toleransi dan kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Perkuat Sinergi Kampus dan Keluarga, UBSI BSD Akan Gelar Bincang Orang Tua Mahasiswa
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan semacam ini, pendidikan karakter dapat terus diperkuat di luar proses pembelajaran formal.
Pada akhir acara, para peserta menyepakati komitmen untuk menjaga kerukunan dan memperkuat rasa saling menghargai di lingkungan sekolah. Kegiatan ditutup dengan harapan agar semangat toleransi yang telah dibangun dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari upaya bersama merawat persatuan di tengah keberagaman.