Juara PIKMI 2026, Tim Casavory UBSI Kampus Yogyakarta Bagikan Kisah Sukses

0 2

BSINews, Yogyakarta – Tim Casavory, mahasiswa Program Studi (Prodi) Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta, membagikan pengalaman meraih Juara 2 kategori Wirausaha Mandiri pada ajang Pagelaran Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa Indonesia (PIKMI) 2026. Kisah tersebut disampaikan dalam podcast “From Passion to Achievement: Dari Semangat Menjadi Juara Wirausaha Mandiri” yang digelar di Student Corner Perpustakaan UBSI  kampus Yogyakarta pada Senin (22/6).

Ubah Tugas Kuliah Jadi Prestasi Nasional, Ini Rahasia Tim Casavory

Podcast menghadirkan Lintang Fajar Agustin, Monica Yessica Puspitasari, Raylodo Willy Purba, Thoriq Syifa Al-Fatih, dan Aulia Rahmasari Abdullah sebagai narasumber. Kegiatan dipandu Nunung Dwi Aminawati dan menjadi ruang berbagi pengalaman berwirausaha kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, tim Casavory menceritakan bahwa ide usaha mereka berawal dari tugas mata kuliah Entrepreneurship. Dari proses tersebut lahir Casavory, produk olahan berbahan dasar tepung Mocaf yang dikembangkan sebagai alternatif pangan dengan cita rasa yang akrab di kalangan generasi muda.

Baca juga: Grand Diamond Hotel Yogyakarta Lakukan Kunjungan Balasan ke UBSI Kampus Yogyakarta, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan

Perjalanan mengembangkan produk tidak selalu berjalan mulus. Tim harus melalui berbagai percobaan untuk menghasilkan tekstur mie berbahan Mocaf yang sesuai sebelum akhirnya mampu bersaing di tingkat nasional.

“Awalnya kami hanya ingin menyelesaikan tugas dari mata kuliah Entrepreneurship. Namun dalam prosesnya, kami melihat bahwa ide ini memiliki potensi untuk dikembangkan. Tantangan terbesarnya adalah menemukan tekstur yang tepat agar adonan berbahan dasar Mocaf bisa menyerupai mie. Kami berkali-kali melakukan percobaan sampai akhirnya mendapatkan hasil yang sesuai,” ujar Lintang kepada media di Yogyakarta, pada Selasa (23/6).

Lintang menilai proses tersebut mengajarkan pentingnya ketekunan dan keberanian mencoba hal baru. Pengalaman itu menjadi bekal berharga bagi seluruh anggota tim dalam mengembangkan inovasi.

Raylodo menambahkan bahwa kekompakan tim menjadi kunci saat menghadapi berbagai tantangan menjelang kompetisi.

“Ada momen ketika kami merasa lelah dan hampir menyerah, bahkan menjelang hari perlombaan. Namun kami sepakat untuk tetap memberikan yang terbaik dan menyelesaikan apa yang sudah kami mulai. Ternyata pengalaman itu mengajarkan kami bahwa proses dan keberanian untuk mencoba sama pentingnya dengan hasil yang diperoleh,” ungkapnya.

Baca juga: Perpustakaan sebagai Jantung Humaniora Digital, Pustakawan UBSI Kampus Yogyakarta Dalami Peran AI

Keberhasilan Casavory meraih Juara 2 kategori Wirausaha Mandiri membuktikan bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang berdaya saing melalui kerja keras dan kolaborasi tim.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi dan membagikan pengalaman melalui berbagai kegiatan akademik. Kehadiran Student Corner Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta menjadi salah satu ruang kolaborasi untuk menumbuhkan budaya belajar, kreativitas, dan semangat berprestasi di kalangan mahasiswa.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.