Kunjungan Industri ke Ditreskrimsus Polda Kalbar, Mahasiswa Prodi Informatika UBSI Kampus Pontianak Pelajari Keamanan Siber dan Digital Forensik

0 19

BSINews, Pontianak – Peningkatan ancaman kejahatan siber menuntut lahirnya sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami praktik penanganannya di lapangan. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak melalui Program Studi Informatika menyelenggarakan kunjungan industri ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat pada Selasa (23/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai keamanan siber, digital forensik, dan penegakan hukum di era digital.

Mahasiswa Pelajari Penanganan Kejahatan Siber Secara Langsung

Mengusung tema “Bridging Academic Knowledge with Digital Industry and Public Technology Ecosystem”, kegiatan ini diikuti oleh lima mahasiswa Program Studi Informatika, yaitu Viktorianus Rantona, Nisriinaa Khuzaimah Qurraruaini, Rendy Triansa, Pandu Putra Anggara Ramadhan, dan Carissa Yurie. Mereka didampingi oleh dosen Windi Irmayani dan Muhammad Iqbal.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai peran Ditreskrimsus dalam menangani berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin berkembang, mulai dari peretasan, pencurian data, penipuan digital, penyebaran malware, hingga serangan terhadap sistem informasi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan dasar-dasar digital forensik serta tahapan investigasi yang dilakukan dalam proses pengungkapan tindak pidana siber.

Kasubdit Ditreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Andrie Handoko, menyambut baik pelaksanaan kunjungan industri tersebut. Menurutnya, peningkatan literasi keamanan siber perlu dilakukan sejak dini, terutama bagi mahasiswa yang akan menjadi bagian dari ekosistem digital di masa depan.

“Kami menyambut baik kunjungan dari UBSI kampus Pontianak. Pemahaman mengenai keamanan siber tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga perlu ditumbuhkan sejak dini di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa Informatika yang akan menjadi bagian dari ekosistem digital ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6).

Kaprodidi Informatika UBSI Kampus Pontianak, Lisnawanty, mengatakan bahwa kunjungan industri ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik yang diterapkan di dunia kerja.

“Melalui kunjungan ke Ditreskrimsus Polda Kalbar, mahasiswa tidak hanya memahami teori keamanan siber dari perkuliahan, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana proses penegakan hukum terhadap kejahatan digital dilakukan. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus membuka wawasan mengenai peluang karier di bidang cyber security,” ungkapnya.

Baca juga: Siapkan Talenta Digital Unggul, Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak Gandeng CAMP 404 Uji Kompetensi Mahasiswa

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dengan narasumber mengenai tantangan penanganan kejahatan siber, perkembangan ancaman digital, serta peluang profesi di bidang keamanan siber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait proses investigasi digital, teknik digital forensik, hingga kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai praktisi keamanan siber.

Kunjungan industri ini menjadi salah satu wujud komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Program Studi Informatika Kampus Pontianak juga membuka peluang kolaborasi dengan Ditreskrimsus Polda Kalbar melalui berbagai kegiatan akademik, seperti kuliah praktisi, penelitian terapan di bidang digital forensik, serta edukasi keamanan siber kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan aparat penegak hukum diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.