UBSI Kampus Pontianak dan Ditreskrimsus Polda Kalbar Jajaki Kolaborasi Penguatan Keamanan Siber

0 6

BSINews, Pontianak – Komitmen membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi penegak hukum terus diwujudkan Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak melalui pertemuan dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat pada Selasa (23/6). Pertemuan tersebut bertujuan menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang keamanan siber, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan bertema “Bridging Academic Knowledge with Digital Industry and Public Technology Ecosystem”, yang bertujuan memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan praktik di dunia profesional. Ditreskrimsus Polda Kalbar dipandang sebagai mitra strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang keamanan siber dan digital forensik.

Bahas Penguatan Kolaborasi di Bidang Keamanan Siber

Kasubdit Ditreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Andrie Handoko, bersama AKP Anita Sitorus menerima rombongan Program Studi Informatika UBSI Kampus Pontianak yang dipimpin Ketua Program Studi Informatika, Lisnawanty, serta didampingi dosen Windi Irmayani dan Muhammad Iqbal.

Pada kesempatan tersebut, AKP Anita Sitorus memaparkan ruang lingkup tugas dan kewenangan Ditreskrimsus dalam menangani berbagai bentuk kejahatan siber, sekaligus memperkenalkan proses penanganan perkara digital yang terus berkembang. Pemaparan tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai peluang kolaborasi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang keamanan siber.

Sementara itu, AKBP Andrie Handoko menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.

“Kejahatan siber tidak bisa ditangani sendiri oleh aparat kepolisian. Kami menyambut baik kerja sama dengan UBSI kampus Pontianak karena kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya Prodi Informatika, dapat memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi ancaman digital sekaligus membuka ruang kontribusi nyata bagi dunia akademik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6).

Lisnawanty mengapresiasi keterbukaan Ditreskrimsus Polda Kalbar dalam membangun kemitraan dengan dunia pendidikan. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena dapat memperkaya wawasan melalui pengalaman dan praktik langsung dari para profesional.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ditreskrimsus Polda Kalbar untuk membangun sinergi ini. Kolaborasi semacam ini sangat penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori keamanan siber, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai penanganannya di lapangan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: Kunjungan Industri ke Ditreskrimsus Polda Kalbar, Mahasiswa Prodi Informatika UBSI Kampus Pontianak Pelajari Keamanan Siber dan Digital Forensik

Membuka Peluang Kerja Sama Berkelanjutan

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam waktu mendatang, antara lain penyelenggaraan kuliah praktisi, penelitian terapan di bidang digital forensik dan keamanan informasi, program magang mahasiswa, serta kegiatan edukasi keamanan siber kepada masyarakat. Inisiatif tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui sinergi ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan Ditreskrimsus Polda Kalbar berkomitmen mengembangkan kolaborasi yang berkelanjutan dan saling memberikan manfaat. Kemitraan tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program nyata yang mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, institusi penegak hukum, dan masyarakat luas.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.