Mahasiswa UBSI Tanamkan Nilai Anti-Bullying Berbasis Pancasila di SDN Gondangdia 03 Pagi
BSINews, Jakarta — Upaya membangun karakter anak sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, lima mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Bullying Tidak Sesuai dengan Pancasila” di SDN Gondangdia 03 Pagi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/6). Kegiatan ini diikuti oleh 24 siswa kelas IV dengan mengajak peserta memahami pentingnya menghargai sesama melalui nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan sila ketiga.
Edukasi Interaktif Dorong Siswa Memahami Pentingnya Menghargai Sesama Sejak Dini
Pemilihan tema tersebut didasarkan pada masih tingginya kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2023, siswa sekolah dasar menjadi kelompok dengan jumlah korban perundungan tertinggi di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi sejak dini agar siswa mampu mengenali bentuk-bentuk perundungan sekaligus memahami pentingnya membangun hubungan yang saling menghormati.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menerapkan metode pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Kegiatan diawali dengan permainan gerak dan lagu, dilanjutkan penyampaian cerita bergambar interaktif berjudul Aku dan Temanku yang mengangkat situasi perundungan di lingkungan sekolah. Pada setiap bagian cerita, siswa diajak berdiskusi untuk menentukan sikap yang tepat dalam menghadapi berbagai bentuk bullying.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan poster bertema “Aku Anti Bullying” sebagai media bagi siswa untuk mengekspresikan komitmen mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai. Seluruh peserta juga bersama-sama membacakan ikrar anti-perundungan sebagai bentuk komitmen untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua pelaksana kegiatan, Bambang Aryo Putranto, mengatakan bahwa pendekatan yang menyenangkan dipilih agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menghargai teman merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai-nilai Pancasila. Melalui cerita dan kegiatan menggambar, mereka dapat belajar dengan cara yang menyenangkan tanpa merasa digurui,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Kamis (8/6).
Baca Juga : Tanamkan Etika Digital dan Anti-Bullying, Mahasiswa UBSI Gelar Edukasi HAM di SMP Islam Fathia
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala SDN Gondangdia 03 Pagi, Hary Pujianto, yang turut membuka acara secara resmi. Sekolah juga memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan ruang kelas, proyektor, serta pendampingan dari wali kelas selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dibimbing oleh Helina Apriyani sebagai dosen Program Studi Sistem Informasi. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dan dilaksanakan secara mandiri oleh mahasiswa, mulai dari penyusunan materi, koordinasi dengan sekolah, hingga pelaksanaan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa berkontribusi nyata kepada masyarakat melalui program pengabdian yang memberikan dampak positif. Diharapkan, edukasi mengenai pencegahan perundungan dan penguatan nilai-nilai Pancasila dapat membentuk generasi muda yang saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. (Safika)