Lolos Hibah Kemendiktisaintek, Dosen UBSI Dampingi Kelompok Tani Tingkatkan Nilai Produk Ubi Kayu
BSINews, Jakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif. Tim dosen UBSI berhasil memperoleh pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Melalui program bertajuk “Transformasi Digital Peningkatan Nilai Produk Ubi Kayu”, tim dosen UBSI melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani Cikeas Sukses Sejahtera guna meningkatkan nilai tambah produk berbahan dasar ubi kayu melalui penguatan kapasitas produksi, digitalisasi pengelolaan keuangan, serta pengembangan usaha berbasis teknologi.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program, tim pengabdian menggelar kegiatan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) bersama anggota kelompok tani pada Jumat (12/6). Kegiatan ini menjadi wadah diskusi untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra sekaligus merancang strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Petani Ubi Kayu Naik Kelas Lewat Transformasi Digital
Ketua tim pengabdian, Teni Agustina menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu kelompok tani mengoptimalkan potensi ubi kayu agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui program yang didanai Kemendiktisaintek ini, kami ingin mendampingi kelompok tani agar tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola usaha secara profesional. Ubi kayu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Rabu (24/6).
Dalam kegiatan sosialisasi, Teni Agustina memberikan materi mengenai rencana pengolahan dan proses produksi produk berbahan dasar ubi kayu. Materi tersebut mencakup tahapan produksi, pengendalian kualitas, hingga peluang inovasi produk yang dapat meningkatkan daya saing di pasar.
Sementara itu, anggota tim pengabdian, Sucitra Sahara dan Cucu Ika Agustyaningrum, menyampaikan materi terkait penerapan aplikasi keuangan digital yang akan digunakan oleh kelompok tani untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif dan terstruktur.
Menurut Sucitra Sahara, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan keberlanjutan usaha masyarakat.
“Aplikasi keuangan yang akan diterapkan diharapkan dapat membantu anggota kelompok tani dalam melakukan pencatatan transaksi, menyusun laporan keuangan, serta memantau perkembangan usaha secara lebih mudah dan akurat. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, peluang usaha untuk berkembang tentu akan semakin besar,” jelasnya.
Baca juga : Lolos Hibah Kemdiktisaintek 2026, Dosen UBSI Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Anggota SALIMAH
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong kelompok tani untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Keberhasilan tim dosen UBSI memperoleh hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kemendiktisaintek menjadi bukti komitmen kampus dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain menjadi prestasi akademik bagi dosen, program ini juga menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Kelompok Tani Cikeas Sukses Sejahtera diharapkan mampu menghasilkan produk ubi kayu bernilai tambah, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi UBSI dalam mendukung transformasi digital sektor pertanian dan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.