Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Wakili Kalbar pada Pertunjukan Seni Budaya Internasional di Rakernas APEKSI 2026

0 8

BSINews, Pontianak — Prestasi mahasiswa tidak selalu lahir dari ruang kelas atau kompetisi akademik. Tak sedikit yang mengharumkan nama daerah melalui seni, budaya, dan dedikasi untuk melestarikan identitas bangsa. Semangat itulah yang kini ditunjukkan oleh Antik Avelia Carolin, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, dipercaya mewakili Kalimantan Barat (Kalbar) dalam pertunjukan seni budaya internasional pada rangkaian Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026.

Antik akan menjadi bagian dari delegasi budaya Kota Pontianak pada kegiatan yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, mulai 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, Rakernas XVIII APEKSI tahun ini tidak hanya menjadi forum strategis antar pemerintah kota, tetapi juga menghadirkan panggung promosi budaya Indonesia yang melibatkan peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Kepercayaan yang diberikan kepada Antik menjadi kebanggaan tersendiri, karena ia tidak hanya membawa nama UBSI, tetapi juga menjadi representasi Kalimantan Barat dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Antik Avelia Carolin Dipercaya Kalbar Tampil di Ajang Internasional Rakernas APEKSI 2026

Selama rangkaian kegiatan, delegasi Kota Pontianak dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda seni budaya, di antaranya Gelar Melayu Serumpun (GEMES), Indonesia International Arts Festival (IIF), serta Karnaval Budaya Nusantara yang menjadi salah satu agenda unggulan Rakernas APEKSI 2026.

Pada malam Gala Dinner dan penutupan GEMES, delegasi Kota Pontianak akan menampilkan Tari Ketipak Ketipung yang dibawakan oleh sepuluh penari. Sementara pada Indonesia International Arts Festival, mereka akan mempersembahkan karya tari bertajuk “Riuh Nadi Kapuas”, sebuah pertunjukan yang menggambarkan kehidupan masyarakat tepian Sungai Kapuas sebagai denyut ekonomi, budaya, dan kehidupan masyarakat Pontianak. Melalui karya tersebut, semangat gotong royong, kerja keras, dan identitas budaya Melayu Pontianak diperkenalkan kepada tamu dari berbagai daerah dan negara.

Koordinator Kemahasiswaan UBSI Kampus Pontianak, Yoki Firmansyah, mengatakan bahwa keikutsertaan Antik menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peluang untuk berkontribusi melalui berbagai bidang, termasuk seni dan budaya.

“UBSI terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensinya, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Keikutsertaan Antik sebagai delegasi Kalimantan Barat dalam pertunjukan seni budaya internasional ini menjadi kebanggaan bagi kampus sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa mampu membawa nama daerah hingga ke panggung internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/6).

Menurut Yoki, pengalaman tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan bekal berharga dalam membangun karakter, memperluas jejaring, dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

“Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani mengambil kesempatan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Kampus akan selalu mendukung setiap mahasiswa yang ingin berprestasi di bidang apa pun,” tambahnya.

Sementara itu, Antik mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari delegasi Kalimantan Barat pada ajang tersebut.

“Saya merasa bangga bisa membawa nama Kalimantan Barat, Kota Pontianak, sekaligus UBSI dalam kegiatan ini. Kesempatan untuk memperkenalkan budaya daerah di hadapan peserta dari berbagai daerah dan negara menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkap Antik.

Baca juga : Juara Kickboxing dan Muaythai, Alumni SMAN 7 Pontianak Mantap Pilih UBSI untuk Kejar Prestasi Akademik

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UBSI Kampus Pontianak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa.

“Saya bangga menjadi bagian dari UBSI karena kampus selalu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Dukungan tersebut membuat saya semakin percaya diri untuk terus belajar, berkarya, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang dapat mengharumkan nama daerah maupun kampus,” tuturnya.

Keikutsertaan Antik Avelia Carolin dalam pertunjukan seni budaya internasional pada rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengambil peran sebagai duta budaya sekaligus generasi muda yang ikut memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi, melestarikan budaya daerah, serta berani tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Leave A Reply

Your email address will not be published.