Bermula dari Buku, Berujung Prestasi: Kisah Inas Zhafirah, Alumni UBSI yang Menghidupkan Semangat Literasi

0 8

BSINews- Kisah inspiratif Inas Zhafirah, alumni UBSI Program Studi Ilmu Komunikasi yang sukses menjadi Juara Favorit Duta Baca Kota Depok 2024 dan kini berkarier sebagai jurnalis profesional.

Inas Zhafirah, Bukti Generasi Muda Bisa Berkarya Lewat Literasi

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, minat baca generasi muda kerap menjadi sorotan. Namun, sosok Inas Zhafirah, alumni S1 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas BSI Kampus Margonda, membuktikan bahwa literasi tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan anak muda.

Kecintaannya terhadap membaca tidak hanya menjadi hobi semata, tetapi juga menjadi fondasi perjalanan hidup yang penuh inspirasi. Berkat dedikasinya dalam dunia literasi, Inas berhasil meraih prestasi sebagai Juara Favorit Duta Baca Kota Depok 2024, sebuah pencapaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa semangat membaca masih tumbuh di kalangan generasi muda.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan alumni dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai bidang, termasuk literasi dan komunikasi.

Perjalanan Inas Zhafirah Menjadi Duta Baca Kota Depok

Mengikuti ajang Duta Baca Kota Depok bukan sekadar tentang kompetisi atau penghargaan bagi Inas. Lebih dari itu, ia memiliki visi besar untuk mengajak masyarakat agar lebih dekat dengan buku, ilmu pengetahuan, dan budaya membaca.

Baginya, membaca bukan hanya aktivitas untuk menambah wawasan, tetapi juga sarana untuk membangun pola pikir kritis dan memperluas perspektif hidup. Dalam perjalanannya sebagai Duta Baca, Inas aktif membawa berbagai gagasan untuk meningkatkan budaya literasi di Kota Depok.

Hal ini menjadi penting, terutama di era digital saat informasi datang begitu cepat dan tidak semuanya valid. Literasi menjadi kunci utama agar masyarakat mampu memilah informasi dengan bijak.

Alumni UBSI Ilmu Komunikasi yang Sukses di Dunia Jurnalistik

Selain aktif di bidang literasi, Inas juga mengembangkan kariernya di dunia jurnalistik. Saat ini, ia berprofesi sebagai jurnalis, sebuah pekerjaan yang sangat erat kaitannya dengan kemampuan komunikasi, riset, dan penulisan.

Dunia jurnalistik menjadi ruang bagi Inas untuk terus mengasah keterampilan menulis sekaligus menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, setiap berita yang ditulis harus memiliki nilai kebenaran, akurasi, dan tanggung jawab.

Karier ini menjadi bukti bahwa lulusan Ilmu Komunikasi Universitas BSI memiliki peluang besar untuk berkembang di industri media yang kompetitif.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas BSI terus mendorong mahasiswanya untuk berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga melalui pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Peran Universitas BSI dalam Membentuk Karakter Profesional

Inas mengungkapkan bahwa selama kuliah di Universitas BSI, ia mendapatkan banyak bekal penting yang kini sangat berguna dalam pekerjaannya. Mulai dari teknik wawancara, penulisan berita, komunikasi publik, hingga etika profesi media.

Bekal tersebut menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Tidak hanya keterampilan teknis, pengalaman selama kuliah juga membentuk rasa percaya diri untuk tampil di depan publik.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kompetensi, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

Literasi dan Jurnalistik: Dua Dunia yang Saling Berkaitan

Bagi Inas, literasi dan jurnalistik adalah dua hal yang saling melengkapi. Literasi membangun kebiasaan berpikir kritis, sementara jurnalistik menjadi medium untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyebaran informasi yang benar dan berkualitas.

Di era media sosial saat ini, generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan melalui tulisan, konten edukatif, maupun gerakan literasi digital.

Kisah Inas menjadi contoh nyata bahwa kecintaan terhadap membaca dapat membuka banyak peluang karier dan kontribusi sosial.

Inspirasi bagi Generasi Muda untuk Terus Berkarya

Perjalanan Inas Zhafirah menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Melalui prestasi sebagai Duta Baca dan profesi sebagai jurnalis, Inas menunjukkan bahwa literasi adalah investasi jangka panjang yang dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan.

Bagi generasi muda, kisah ini menjadi pengingat bahwa membaca, menulis, dan belajar adalah bekal penting untuk menghadapi masa depan. Dengan semangat yang kuat, siapa pun dapat mengubah passion menjadi prestasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Inas Zhafirah telah membuktikannya: dari halaman buku, lahirlah inspirasi; dari tulisan, lahirlah perubahan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.